Sudut Payakumbuh

Creative Independent Media

Berry Mirsha
Kisah

Berry Mirsha, Dari Penata Rias sampai Rancang Busana Artis

SudutPayakumbuh.com – Terus berkarya dan saling berbagi adalah kunci sukses Berry Mirsha, anggota Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Kota Payakumbuh. Mengawali karir di dunia make up dan tata rias, Berry kini sudah bermetamorfosis jadi perancang mode nasional.

Berry sudah tertarik dengan dunia kecantikan sejak SMP. Selepas sekolah menengah, ia pun menimba ilmu di Lembaga Pendidikan Tata Rias Rambut Rudy Hadisuwarno.

Kemudian mengambil private make up artis masih di Jakarta. Merasa ilmunya sudah cukup, alumni SMA PGRI dan SMPN 1 Payakumbuh ini memutuskan pulang halaman.

Saat ditemui SudutPayakumbuh.com di butiknya yang beralamat di Jalan Tan Malaka No 30 F Kelurahan Bunian, Berry mengaku tertarik mendalami dunia perancang busana setelah melihat peluang yang terbuka lebar.

“Dunia kecantikan pasti berhubungan dengan busana. Dulu sering ikut lomba dan minjam baju ke sana ke mari. Nah, di sana saya mulai berpikir kenapa tidak memulai juga dengan merancang busana sendiri sehingga akan menjadi sebuah paket yang lengkap,” ujar anak pasangan Ujang Larry dan Eviridha Muzwir ini.

Pria kelahiran Payakumbuh, 9 Juli 1989, itu tak mau setengah-setengah. Ia memutuskan kemudian kembali menimba ilmu tata busana di lembaga kursus Tata Busana Citra Kebaya. Dia juga mengaku banyak belajar dari internet dengan melihat dan mempelajari pola busana yang diinginkannya.

“Tahun 2009 merupakan tahun pertama saya sebagai penata rias dan mencoba mengembangkan kemampuan sebagai perancang busana. Setelah setahun, barulah tahun 2010 saya mengikuti show pertama bersama Ikatan Penata Busana Payakumbuh (IPBP),” kata peraih juara pertama Lomba Make Up Pengantin Minang Modifikasi Citra Production House dan Modifikasi Wardah serta Lomba Makeup Caring Colour 2009.

Sebelumnya, Berry menjuarai berbagai ajang perlombaan seperti Juara I Lomba Makeup Pengantin Chinese Modifikasi Make Over dan Juara II Lomba Makeup Pengantin Internasional PAC 2013.

Dia juga berhasil menjuarai Lomba Make Up Pengantin Minang Modifikasi Max Factor dan Juara II Lomba Make Up Pengantin Internasional Modifikasi Max Factor 2015.

“Alhamdulillah, usaha yang dirintis sejak tahun 2009 ini cukup membanggakan bagi saya pribadi. Semoga dunia rancang busana yang saya tekuni ini juga dapat berkembang ke depannya,” ujar Berry, pemegang sertifikat APPMI ini.

Pada tahun 2014, sebelum menjadi anggota resmi APPMI ia harus membuktikan diri sebagai salah seorang perancang busana yang memang benar-benar menekuni dunia tersebut. Salah satunya mengikuti Dazzling Master Piece Show IPBP dan Payakumbuh Fashion Week 2013 sebagai desainer lokal.

“Kebetulan tahun tersebut ada perekrutan anggota baru anggota APPMI dan setelah mendapat referensi dari tiga anggota APPMI akhirnya saya masuk sebagai anggota dan dilantik di Jakarta. Menariknya saat pelantikan saya sama dilantik dengan Ivan Gunawan (perancang busana nasional),” kata Berry yang juga tercatat sebagai Ikatan Make Up Artis Sumbar (IMS) tahun 2014.

Sebagai penata rias dan perancang busana, perjalanan karir Berry penuh lika-liku dan perjuangan yang tidak mudah.

“Setiap perjuangan pasti tidak mudah. Contohnya di dunia yang saya geluti ini, persaingan juga kerap dirasakan baik persaingan yang sehat maupun sebaliknya. Tapi itu kembali dari kepada diri kita sendiri. Kalau kita ingin seperti dia yang melakukan persaingan tidak sehat misalnya, ya lawan saja. Sebaliknya kalau ingin berkembang, lebih baik kita diam saja dengan melahirkan karya-karya,” ujar Berry Mirsha yang merancang ribuan buasana sejak tahun 2009 lalu.

Selama berkarir di dunia tata rias dan busana, ia mengaku banyak pengalaman menarik yang membuatnya semakin mencintai pekerjaannya tersebut. Biasanya ia hanya melihat desainer ternama seperti Poppy Darsono dan Ivan Gunawan melalui televise, tapi kini sudah bisa bertatap muka langsung.

“Waktu itu saya satu panggung dengan Ivan Gunawan dan desainer ternama lainnya. Tidak terbayang bagaimana perasaan saat itu. Kita yang berasal dari daerah bisa show dan menampilkan karya kita yang mengangkat potensi daerah kita,” katanya mengenang salah satu pengalaman manisnya selama jadi desainer.

Memaknai Hari Sumpah Pemuda yang jatuh, Rabu (28/10), sebagai desainer muda ia mengimbau generasi muda Indonesia khususnya di Sumbar dan Payakumbuh untuk berkarya dan saling berbagi dengan sesama.

Menurutnya, dengan menciptakan dan menghasilkan karya bermanfaat merupakan bentuk sumbangsih pemuda membangun bangsa ini.

“Terus berkarya dengan mengangkat potensi lokal, seperti membuat busana bahan tenun silungkang dan lainnya,” ujar desainer dengan karya Si Kumbang Jati pada Jakarta Fashion and Food Festival 2014 dan Euforia of Tabuik pada Indonesia Fashion Week 2014.

Hingga kini busana karyanya telah banyak dipakai artis ibukota seperti Fenita Ari, Meisya Siregar, Marisa Nasution, dan Iva Lola dan lainnya. Keberhasilannya ini diharapkan dapat memotivasi generasi muda agar berkarya sesuai bakat dan kemampuannya.

“Semoga generasi muda di daerah dapat berkembang dengan menghasilkan karya-karya terbaik dan yang paling penting berkiprah sesuai dengan minat dan hobi,” kata Berry Mirsha. (*)

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Media Informasi Kota Payakumbuh, Sumatra Barat "Creative Independent Social Media"