Creative Independent Social Media

Main Kembang Api (Foto: anggavantyo.wordpress.com)
Artikel

3 Permainan di Bulan Ramadhan yang Bikin Kangen

Bulan Ramadhan menjadi salah satu bulan yang paling dinanti oleh umat muslim di dunia. Bulan Ramdahan ini merupakan salah satu dari 12 bulan dimana umat muslim dapat beribadah dengan khusyuk baik itu ibadah siang maupun ibadah malam.

Tidak hanya itu, bulan Ramadhan ini juga dinanti-nanti oleh anak-anak yang dapat bermain permainan yang mungkin hanya ada di bulan Ramadhan. Nah, kali ini kita dari Sudut Payakumbuh akan mencoba mengingatkan kembali Uda/Uni warga Payakumbuh dan Limapuluh Kota sejagad dengan permainan tradisonal dan biasa dilakukan pada saat bulan Ramadhan.

Namun, seiring perkembangan zaman permainan tradisional dan beberapa permainan yang ada di bulan Ramadhan ini sudah mulai jarang terlihat dan dimainkan oleh anak-anak. Era modern yang melanda zaman membuat anak-anak khususnya ikut terbawa arus dan lebih sering memainkan permainan modern seperti games di internet dan gadget yang semakin canggih.

Berikut ini beberapa permainan tradisional yang sudah mulai jarang dan bahkan tidak ada lagi dimainkan oleh anak-anak terutama di bulan Ramadhan:

1. Taliot
Main Taliot merupakan salah satu permainan bersembunyi yang dilakukan dua kelompok dan terdiri dari beberapa orang. Permainan ini pun dilakukan saat malam hari ketika salat tarawih atau setelah salat tarawih.

Cara permainannya adalah salah satu kelompok bersembunyi ke daerah yang telah ditentukan batasan-batasan sebelumnya. Meskipun telah ditentukan, daerah tempat bersembunyi tersebut cukup luas.

Untuk kelompok yang bersembunyi, diberikan waktu beberapa menit untuk mencari tempat persembunyian sebelum dicari oleh kelompok yang berjaga. Namun setelah semua anggota kelompok bersembunyi, kelompok tersebut harus memberikan tanda atau sinyal kepada kelompok yang berjaga atau yang akan mencarinya.

Nah, tanda tersebut biasanya diberikan dengan berteriak yaitu Taliooottt!!! Setelah teriakan itu dibunyikan kelompok bersembunyi, maka kelompok yang berjaga akan mencarinya.

Permainan ini berakhir saat seluruh kelompok yang bersembunyi ditemukan oleh kelompok yang berjaga. Durasi permainan ini pun juga tidak menentu dan bahkan bisa hingga sahur menjelang.

2. Badia-Badia Batuang (Meriam Bambu)
Permainan Badia-badia Batuang ini merupakan salah satu permainan yang paling-paling ditunggu di bulan Ramdhan. Permainan ini mirip seperti orang berperang yaitu menggunakan meriam yang terbuat dari batang bambu.

Sekelompok anak-anak tengah bermain Badia-badia Batuang atau Meriam Bambu. (Foto : goodnewsfromindonesia.org)
Sekelompok anak-anak tengah bermain Badia-badia Batuang atau Meriam Bambu. (Foto : goodnewsfromindonesia.org)

Setelah dilubangi sedemikian rupa, bambu tersebut diberi minyak dan disulut dengan api. Nah, nantikan dentuman keras dari Badia-badia batuang atau meriam bambu ini berbunyi dan membuat suasana lebih hidup.

Biasanya permainan ini dilakukan jelang berbuka atau setelah salat Ashar di lapangan terbuka. Permainan ini sendiri menjadi salah satu permainan menarik yang selalu dimainkan oleh anak-anak di bulan Ramadhan.

3. Petasan dan kembang api, serta lilin.
Permainan satu ini cukup menyita perhatian. Pasalnya, saat petasan diledakkan maka akan menimbulkan suara yang sangat keras dan mengganggu sebagian masyarakat yang sedang beribadah.

Untuk itu, petasan ini sangat tidak dianjurkan dimainkan saat orang lain tengah beribadah. Kemudian kembang api, permainan satu ini tidak menimbulkan bunyi tapi menimbulkan api yang membentuk bunga api.

Biasanya permainan ini lebih dinikmati oleh anak perempuan sambil berlari-lari membawa kembang api. Permainan api lainnya yaitu main lilin.

Anak-anak terlihat asyik bermainan petasan dan kembang api. (Foto: ranahberita.com)
Anak-anak terlihat asyik bermainan petasan dan kembang api. (Foto: ranahberita.com)

Di sebagian daerah, lilin menjadi salah satu permainan menarik yang dilakukan anak-anak. Menjejerkan lilin di tempat gelat dan menyusunnya sepanjang jalan membuat permainan lilin ini semakin diminati oleh anak-anak.

Biasanya, main lilin ini lebih semarak pada malam ke-27. Sehingga disepanjang jalan akan terlihat cahaya-cahaya yang dipancarkan dari lilin yang berjejar di jalanan.

Namun, dengan catatan permainan ini cukup berbahaya jika dilakukan oleh anak-anak yang belum cukup umur dan tanpa mendapat pengawasan oleh orang tua.

Kira-kira, menurut Uda/Uni warga Payakumbuh dan Limapuluh Kota sejagad, apa permainan khas di bulan Ramadhan yang sering dimainkan anak-anak?

Nanti, kita juga akan coba paparkan permainan tradisional yang dulunya nge-hits bagi generasi 90-an.

Silahkan berikan masukannya melalui komentar atau langsung ke email [ sudutpayakumbuh@gmail.com ] kita ya Uda/Uni warga Payakumbuh dan Limapuluh Kota Sejagad. (ADS)

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Media Informasi Kota Payakumbuh, Sumatra Barat "Creative Independent Social Media"