Sudut Payakumbuh

Creative Independent Media

Erwin, Putera LPK Raih Kalpataru
Payakumbuh - 50 Kota

Erwin, Putera Limapuluh Kota Raih Kalpataru

SudutPayakumbuh.com – Putera terbaik Kabupaten Limapuluh Kota kembali mengukir prestasi tingkat nasional di Bidang Pengelolaan dan Pelestarian Lingkungan Hidup. Jika sebelumnya tahun 2014 penghargaan itu direbut Aiptu Al Aswandi anggota Polsek Luak, tahun ini Erwin (46) warga Jorong Sipingai Kenagarina VII Koto Talago Kecamatan Guguak berhasil meraih penghargaab tersebut.

Aiptu Al Aswandi sukses merebut tropy Kalpataru yang merupakan supremasi atau penghargaan tertinggi di bidang lingkungan hidup. Sedangkan Erwin meraih penghargaan Plakat Kalpataru untuk Kategori Penyelamat Lingkungan  Hidup.

“Penghargaan yang disabet Erwin ini setingkat di bawah penghargaan diterima Aiptu Al Aswandi tahun 2014 lalu. Penghargaan itu diterima Erwin dari Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya pada acara peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tingkat nasional di Siak,” ujar Kasubid Konservasi Sumberdaya Air dan Keanekaragaman Hayati Adi Warman di Sarilamak, Senin (15/8).

Adi Warman mengatakan prestasi warga Sipingai itu cukup membuat bangga Kabupaten Limapuluh kota. Dedikasinya dalam bidang lingkungan hidup tidak bisa dianggap enteng dan mendapat acungan jempol.

Hal ini dikatakannya berawal dari dari keprihatinannya terhadap bukit yang ada di kampungnya Jorong Sipingai yang  hanya ditumbuhi Ilalang dan semak belukar. Akibat tidak ada pepohonan membuat areal perbukitan tersebut gersang dan membuat warga sulit mendapatkan sumber air bersih.

“Tidak hanya gersang dan senantiasa kering kerontang, areal perbukitan itu juga sering terbakar setiap kali musim kemarau. Beranjak dari kondisi yang memprihatinkan tersebut, Erwin berusaha menanami lahan itu seluas sekitar 1 hektar pada tahun 1996 lampau dengan tanaman karet,” kata Adi.

Adi menjelaskan apa yang yang dilakukan Erwin cukup menggugah warga lainnya yang mempunyai lahan di areal perbukitan itu untuk ikut melakukan hal serupa. Akibatnya warga lain juga berbondong-bondong menanami lahannya dengan karet dan seiring berjalanannya waktu, mereka bisa bersatu dalam wadah kelompok tani Johor Baru.

“Hebatnya lagi, bukit yang dulu kosong melompong, kini sudah hijau oleh berbagai jenis tanaman dan pepohonan. Bahkan diperkirakan tidak kurang dari 350 hektar areal masyarakat di lokasi yang dulu kritis itu menjadi lahan perkebunan yang memberikan dampak positif terhadap perekonomian dan lingkungan hidup. Tidak tanggung – tanggung, ternyata lahan yang sudah ditanami Erwin beserta kelompok tani dan masyarakat sejak tahun 1996 sampai tahun 2016 sudah mencapai 350 hektar,,” ujarnya. (*)

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published.