Creative Independent Social Media

BNNK Payakumbuh
BNNK Payakumbuh
Beranda

Bekerja Sebagai Penjual Es Tebu, Warga Payakumbuh Ini Bersyukur Jadi Peserta BPJS

SUDUTPAYAKUMBUH – Matahari mulai berdiri tegak di salah satu sudut Kota Payakumbuh. Ini pertanda bagi Hirdawati (42 tahun) bersama sang suami, Hendrizal bergegas mendorong gerobak ke pinggir Jalan Soekarno Hatta.

Hirdawati merupakan seorang penjual es tebu yang sudah belasan tahun menggeluti usahanya. Ia memiliki 3 orang anak dan seorang suami yang sehari-hari bekerja sebagai sopir angkutan umum di Kota Payakumbuh yang dikenal dengan sebutan Kota Batiah dan Kota Randang ini.

Melihat kehidupannya yang bukan tergolong keluarga mampu, apalagi kondisi pandemi saat ini, ia pesimis saat berbicara tentang kesehatannya. Namun hal tersebut terjadi kalau seandainya ia tidak memiliki BPJS Kesehatan.

“Alhamdulillah sejak lama Saya sudah memiliki BPJS Kesehatan. Tapi sebelumnya bernama Askes dan Jamkesda,” katanya saat ditemui di deretan Kawasan Stasiun Lama Payakumbuh.

Ia menjelaskan untuk berobat dan memeriksakan kesehatannya, ia merasa sangat terbantu dengan adanya kartu BPJS yang kini dikenal dengan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Sebab untuk berobat keluarganya yaitu tiga orang anak dan suaminya dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan yang didapatkannya dari pemerintah.

“Kartu BPJS yang diberikan oleh Pemerintah yang berbentuk Kartu Indonesia Sehat (KIS). Layanan ini sangat berguna sekali bagi kami sekeluarga, terutama untuk berobat ke rumah sakit atau Puskesmas,” ujar Hirdawati yang juga merupakan penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementerian Sosial RI.

Hal ini dikatakannya karena dengan menggunakan layanan BPJS Kesehatan, ia tidak ada mengeluarkanbiaya satu rupiah pun untuk berobat. Ia menambahkan kalau seandainya tidak ada BPJS Kesehatan, kemungkinan keluarganya akan kesulitan dalam biaya pengobatan atau pemeriksaan kesehatan baik ke puskesmas maupun rumah sakit.

“Terima kasih kepada pemerintah Kota Payakumbuh dan pusat serta kepada BPJS Kesehatan yang telah menanggung biaya-biaya pengobatannya kami sekeluarga selama ini,” kata Hirdawati yang beralamat di Kelurahan Padang Tinggi Piliang, Kecamatan Payakumbuh Barat, Kota Payakumbuh tersebut.

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *