Sudut Payakumbuh

Creative Independent Media

Andre Gunawan saat meracik kopi di Gerobak Kopi yang terletak di Jalan Ade Irma Suryani, Simpang Bernteng Payakumbuh. (Foto: Sudut Payakumbuh)
Kisah

Sang Gerobak Kopi yang Berawal dari Hobi

SudutPayakumbuh.com – Payakumbuh merupakan salah satu daerah yang dikenal dengan jajanan kuliner malam. Deretan aneka kuliner menghiasi kota yang berdiri pada 17 Desember 1970 ini. Saat matahari mulai terbenam, cahaya lampu di sepanjang Jalan Soekarno Hatta mulai terbit. Mulai dari kawasan Tugu Adipura hingga ke daerah perbatasan Ngalau Indah dan Kaniang Bukik, para pengunjung yang datang dapat berburu kuliner hingga larut malam.

Kondisi ini pun dibarengi dengan munculnya kafe-kafe yang menawarkan berbagai jenis minuman dan makanan, khususnya para generasi muda. Salah satunya yaitu Gerobak Kopi milik Andre Gunawan, 28. Berawal dari hobi minum kopi dan meracik kopi sendiri, membuat anak ketiga dari empat bersaudara ini memutuskan untuk membuka sebuah ‘gerobak’ yang menjual kopi dengan berbagai pilihan.

Sebelumnya, Andre yang merupakan tamatan SMAN 1 Guguk ini bukan berasal dari latar belakang pengusaha kuliner. Di awal usahanya, ia memilih berbisnis clothingan dengan membuka sebuah distro di Jalan Ade Irma Suryani.

“Usaha tersebut bertahan selama dua tahun. Barang banyak yang tidak jalan sehingga saya memutuskan untuk mencoba banting stir dengan membuka jasa rental Play Station. Alhamdulillah ini telah berjalan selama lima tahun,” ujar Andre sambil meracik kopi Solok yang dipesan pelanggannya.

Andre Gunawan saat meracik kopi di Gerobak Kopi yang terletak di Jalan Ade Irma Suryani, Simpang Bernteng Payakumbuh. (Foto: Sudut Payakumbuh)
Andre Gunawan saat meracik kopi di Gerobak Kopi yang terletak di Jalan Ade Irma Suryani, Simpang Benteng Payakumbuh. (Foto: Sudut Payakumbuh)

Ia mengaku baru berani membuka usaha kopi tersebut sejak sebulan terakhir. Hal ini dilakukannya setelah lebih kurang satu tahun belajar meracik kopi sendiri di rumahnya.

“Alat peracik kopi ini sebetulnya sudah ada. Di rumah saya juga sering meraciknya untuk diminum sendiri dan keluarga. Namun baru jelang Ramadhan ini baru berani membuka secara umum,” kata putra dari Syofyan dan (alm) Mulyati.

Selain karena hobi, kepada sudutpayakumbuh.com ia mengaku juga ingin memperkenalkan kopi kepada masyarakat karena minuman kopi yang dibuatnya bukan dari kopi sachet. Meskipun masih tergolong baru di dunia kopi ini, Ia juga ingin memberikan edukasi dan berbagi pengetahuan tentang kopi.

“Selain masih belajar tentang kopi, di sini saya juga memberikan pengetahuan kepada teman-teman tentang bagaimana meracik kopi. Contohnya untuk menjadi minuman Capucino maka kopi itu harus diracik seperti ini,” kata Andre yang akrab disapa Mi ing ini sambil menawarkan secangkir Capucino panas.

Untuk jenis kopi yang digunakannya adalah jenis Arabica yang berasal dari Solok, Aceh, dan Toraja. Sedangkan untuk Robusta ia lebih sering menggunakan kopi Solok dan Lampung. (ADS)

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Media Informasi Kota Payakumbuh, Sumatra Barat "Creative Independent Social Media"