Categories Warta

Seorang Ayah di Suliki Bertaruh Nyawa Selamatkan Anak dari Serangan Beruang

Seorang ayah di Jorong Mudiak Liki, Nagari Kurai, Kecamatan Suliki, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatra Barat, bertaruh nyawa demi menyelamatkan anaknya dari serangan seekor beruang. Peristiwa itu terjadi saat keduanya pulang dari ladang pada Jumat, 16 Januari 2026, sekitar pukul 14.00 WIB lalu.

Korban adalah Wandi Putra (47 tahun) dan anaknya, Aldi Saputra (11 tahun). Siang itu, mereka tengah berada di kebun untuk mengambil manggis. Tanpa diduga ketika pulang dari mengambil manggis, seekor beruang muncul dan langsung menyerang. Hewan buas itu menerkam tangan sang anak. Melihat anaknya diserang, Wandi Putra spontan melakukan perlawanan.

Kapolsek Suliki, Iptu Doni Putra, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan peristiwa berlangsung di kawasan ladang yang berjarak sekitar satu jam berjalan kaki dari rumah korban. Dalam penuturan korban kepada polisi, wilayah tersebut telah digarapnya selama kurang lebih dua dekade.

“Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14:00 siang di daerah Jorong Mudiak Liki yang lebih kurang menempuh 1 jam berjalan kaki dari kediaman korban, dalam penuturan korban kepada kami dirinya telah berladang di sana kurang lebih 20 tahun, dan di banyak kesempatan beruang ini telah juga sering menampakkan diri namun tidak dalam keadaan marah seperti yang terjadi baru-baru ini,” ujar Iptu Doni Putra kepada Sudut Payakumbuh, Selasa, 20 Januari 2026.

Menurut Doni, agresivitas beruang sulit diprediksi. Dirinya mengungkapkan problem bisa saja muncul karena kondisi satwa susah ditebak. “Dengan kejadian beberapa waktu lalu itu kita tidak tahu beruang ini sedang beranak, atau sedang birahi, ya tiba-tiba menyerang seperti demikian, dan anak korban yang juga mendapatkan luka pada bagian tangan itu terkejut dan lari dikejar oleh beruang hingga mendapatkan luka pada bagian tangan kanan dan mendapatkan dua bekas jahitan,” ucapnya.

Akibat serangan itu, Wandi Putra mengalami luka serius di bagian wajah dan kepala. Ia sempat dirawat di RSUD Ahmad Darwis Suliki sebelum dirujuk ke RSUP Dr. M. Djamil Padang. Sementara sang anak mendapat perawatan akibat luka di tangan.

Kondisi terbaru korban disampaikan Doni telah cukup membaik dan sudah pulang kerumahnya. “Korban baru tadi malam pulang, dan saya juga baru kembali dari kediaman korban tadi,” jelasnya.

Doni mengaku kagum atas daya tahan korban. “Bapak ini luar biasa, jalan dari ladang ke rumah itu sangatlah jauh, kita bisa bayangkan berapa darahnya yang telah bercucuran hingga sampai rumah sakit pun masih sadar, saya rasa juga ada kurang lebih seratus jahitan pada bapak tersebut, mulai dari kening, pipi tembus ke dalam, dan hidung, tapi alhamdulilah beliau masih beruntung,” ujar Doni.

Selanjutnya, Polsek Suliki mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di ladang yang berdekatan dengan kawasan hutan. “Kami dari Polsek Suliki menghimbau kepada warga agar terus berhati-hati untuk yang berladang di dekat kawasan hutan, dan cara bentuk mengantisipasi nya juga kalau bisa jangan jalan sendiri, bisa jadi karena sekarang tengah banyak buah-buahan menjadi penarik bagi binatang buas untuk turun, dan dalam hal ini BKSDA Kab. Lima Puluh Kota pun telah turun tangan,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *