Drag Bike Batal, Balap Liar Kembali Riuh di PayakumbuhSebuah video berdurasi 11 detik perihal dugaan balap liar memantik perhatian warganet di Payakumbuh. Rekaman yang diunggah akun Instagram @payakumbuhkini pada Jumat, 13 Februari 2026, memperlihatkan sepeda motor yang mengeluarkan api dari mesin.
Judul video itu bertuliskan, “Motor Terbakar Saat Test Drive, Balapan Tak Jadi Digelar di Payakumbuh.!!”.Respons bermunculan. Akun @nanadlvn berkomentar, “sok-sok keren”. Sementara @tariqumar80 menulis, “Alhamdulillah batal…semoga tidak pernah ada di payakumbuh….pak pol tolong tangkap yang balap liar”. Berikutnya datang dari akun @necro_recardo yang menuliskan, ”Yang menolak urang yang mangubuan mimpi anak drag payakumbuh,” tulisnya.
Dalam hitungan jam, tayangan menembus 309 ribu penayangan, disertai ratusan komentar dan tanda suka yang mendekati 8 ribu.Belum diketahui secara rinci kapan video tersebut di ambil.
Namun, perbincangan warganet kemudian mengarah pada ekspresi kekecewaan para pemuda atas batalnya sebuah kompetisi drag bike yang sedianya digelar Minggu, 15 Februari 2026. Penyelenggara melalui akun resminya menyampaikan pernyataan tertulis yang mengaitkan kekecewaan pembatalan dengan munculnya aksi balap liar.
“Berbagai Upaya telah kami lakukan beberapa kali mediasi dalam pertemuan 3 hari ini tidak menemukan solusi sesuai yang kita harapkan,”
“Secara Prosedur Proses Perizinan telah kami jalani sebelumnya dengan kesepakatan bersama 2 kelurahan sekitar beserta perangkat nya, serta terbitnya rekomendasi dari Dinas Perhubungan dan Kesbangpol.. akan tetapi penolakan tertulis dari sekelompok warga tersebut menjadi dasar proses perizinan event ini tidak dapat dilanjutkan oleh pihak yg berwenang,”
”Maka dengan ini, kami mewakili panitia penyelenggara menyampaikan permohonan maaf yang sebesar nya atas keputusan ini,” tutup panitia.
Di samping itu, ajang itu direncanakan berlangsung di sirkuit non permanen Jalan Soekarno Hatta, tepat di depan gedung DPRD Payakumbuh, dengan 20 kelas lomba. Meski rekomendasi dari Dinas Perhubungan dan Kesbangpol telah dikantongi, penolakan tertulis dari sebagian warga membuat izin tak dapat dilanjutkan.
Selanjutnya, menanggapi video yang viral tersebut, Sudut Payakumbuh mencoba meminta keterangan dari Sat Lantas Polres Payakumbuh. Melalui Kanit Gakkum Satlantas Polres Payakumbuh, Aiptu Hardiman, menjelaskan pola pengawasan yang dilakukan jajarannya.
”Kalau dari kami, setiap malam minggu kami rutin untuk melakukan (KRYD) Kegiatan rutin yang ditingkatkan, dan menang terbilang anak-anak ini cukup pandai, kadang jika kamu sudah tiba di depan mereka tiba di belakang, dan terkadang pun apabila kamu tiba di kantor mereka pun juga tiba di sana kembali,” ucapnya.
Ia menekankan perlunya keterlibatan warga dan pemerintah setempat.
”Masyarakat, ataupun kelurahan melalui kordinasi dengan PEMDA mungkin ini bisa dibasmi. Tapi kalau hanya polisi mungkin bisa, tapi akan tetapi berulang, kalau tidak dibagi peran dengan masyarakat ,” tutup Hardiman kepada Sudut Payakumbuh ketika diwawancarai Jumat, 13 Februari 2026.
Video singkat itu, pada akhirnya, menjadi pintu masuk perbincangan lama: balap liar, ruang publik, dan batas antara hobi, keselamatan, serta ketertiban kota.
