Surau Gadang Padang Jopang: Jejak Intelektual Islam di Minangkabau

Di Padang Jopang, Mudiak Luhak Limo Puluah, sebuah masjid berdiri tenang sambil memikul ingatan panjang. Masjid Raya Padang Jopang hari ini dulunya adalah Surau Gadang Padang Jopang, yang oleh Apria Putra, seorang filolog ulama Minangkabau itu, disebut sebagai “pusat keilmuan Islam abad 19 di Minangkabau”. Dari surau inilah denyut tradisi tafaqquh fi al-din mengalir ke berbagai penjuru Sumatra Barat.

Tokoh sentralnya adalah Syekh Abdullah Padang Jopang, dikenal masyarakat sebagai “Baliau Surau Gadang” atau “Baliau Puncak Pakuang”. Ia bukan sekadar guru surau, melainkan ulama karismatik yang membentuk jaringan keilmuan lintas generasi. Dari pengajiannya lahir nama-nama penting: Syekh Mustafa Abdullah dan Syekh Abbas Abdullah yang kelak dikenal sebagai tokoh Thawalib serta Syekh Jalaluddin “Angku Karuang” Sicincin Payakumbuh, figur berpengaruh dalam PERTI.

Perubahan zaman tak memutus mata rantai itu. Surau Gadang bertransformasi menjadi institusi modern melalui Thawalib Padang Jopang yang didirikan Syekh Abbas Abdullah, lalu berkembang menjadi Darul Funun el-Abbasiyah. Di sisi lain, berdiri Nahdhatun Nisa’iyah, sekolah agama khusus perempuan sebuah langkah progresif dalam sejarah pendidikan Islam Minangkabau yang kini berfungsi sebagai panti asuhan.

Padang Jopang sejak lama dikenal sebagai sentral pendidikan Islam. Selain Darul Funun el-Abbasiyah, kawasan ini menaungi Madrasah Tarbiyah Islamiyah Tobek Godang, Darul Ittihad, serta Nahdhatun Nisa’iyah. Hingga kini, lembaga-lembaga itu tetap eksis, menjaga kesinambungan tradisi ulum al-din.

Dalam catatan lain, kita temukan bahwa tradisi di surau di Minangkabau bukan hanya ruang ibadah, tetapi juga “tempat shalat sekaligus menjadi tempat untuk mendidik baca tulis Al-Qur’an”. Sistem pendidikannya bersifat elementer, dimulai dari pengenalan huruf hijaiyah, talaqqi Al-Qur’an, pengajian kitab kuning, hingga pengamalan tasawuf dan tarekat. Hampir setiap kampung memiliki surau sebagai media edukatif yang efektif.

Hari ini, Masjid Raya Padang Jopang berdiri sebagai saksi hidup. Ia bukan sekadar bangunan ibadah, melainkan arsip sosial-keagamaan menyimpan riwayat bagaimana ilmu, adab, dan spiritualitas Islam bertumbuh dari surau, lalu mengakar dalam sejarah Minangkabau.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *