Berikut redaksi coba tampilkan sebuah sya’ir yang berjudul ”Ziarah ke Batuhampar” yang ditulis oleh Apria Putra, gelar Angku Mudo Khalis, ditulis di Mungka, setelah ziarah ke Batuhampar pada Senin/14 Sya’ban 1439 atau 30 April 2018.
Berikut sya’ir nya:
Bismillah pembuka kata
Dengannya hati mula terbuka
Berniat ziarah bersama-sama
Ke Batuhampar tempat ulama
Surau godang dinamai orang
Tempat belajar Qur’an yang terang
Tauhid – Thariqat ilmu gemilang
Memutar tasbih mencari tenang
Dua abad sudah berlalu
Anaksiak siang malam ber-buku
Mendaras kitab, mudzakarah laku
Tiada satupun lidah yang kaku
Batuhampar negeri Naqsyabandi
Syekh Abdurrahman pembawa kaji
Beliau bergelar mursyid sejati
Qur’an – Hadist terpatri dihati
Belajarnya dulu di negeri Mekkah
Jabal Qubaisy khalwatnya berkah
Dalam hening mencari faidhah
Akhirnya ijazah diberi khalifah
Syekh Batuhampar turun temurun
Dari datuak, anak, cucu menurun
Semua ‘alim ber-qur’an
Cucunya, Hatta, proklamator indun
Muassis pertama Syekh Abdurrahman
Kedua Arsyad, ulama al-Qur’an
Ketiga Arifin, syekh-nya zaman
Syekh Ahmad ialah keempat, rekan
Kelima Darwisy Syekh ternama
Keenam Dhamrah ‘alim yang nyata
Keenamnya di gobah bermakamnya
Dihiasi “permata” , indah “berkaca”
Di dalam gobah kita bersama
Membaca riwayat, menyulam kata
Terus tahlil berpati do’a
Titik air, mengalir di mata
Wahai taulan, ingatlah kawan
Negeri Batuhampar nyata rupawan
Karna ulama-nya tumpuan zaman
Di negeri Minangkabau, nyatalah ia intan
Banyak ulama di masa silam
Di Batuhampar bermalam-malam
Belajar syari’at penerang kelam
Thariqat hakikat sampai “tenggelam”
Di antara ulama kita sebutkan
Syekh Kumango orang masyhurkan
Ahli Samman, silat dan obat-obatan
Di Batuhampar bergurunya, teman
Ulama lain diperkatakan orang
Syekh Yahya orang yang tenang
Magek, negerinya terpandang
Di Batuhampar pula ber-tariqat terang
Syekh Sulaiman terkenal sudah
Pendiri PERTI, Canduang kampungnya
Belajar al-Qur’an dengan tilawah
Di Batuhampar, kepada Syekh bertuah
Di Maninjau negeri yang indah
Syekh Salim Bayur ia bernama
Seorang sufi juga ahli tilawah
Batuhampar tempat ‘ilmah
Di Luak Limopuluah, ulama permata
Syekh Mudo beliau sufiyya
Di Belubus makamnya berada
Syekh Batuhampar guru tuanya
Demikian ulama termasyhur semua
Sampai ke akhir zaman tetap terbaca
Tengoklah kawan, bagaimana kata
Batuhampar tempat menyauk jauhara
Riwayat sejarah kita sudahi
Kembali kalam kepada safari
Mengenai kesan penyambung tali
Datuak Oyah yang diamanahi
Syekh Sya’rani umana ketujuh
Beliau penyambung waris teruruh
92 tahun usianya sepuh
Bersama kitab semangatnya tumbuh
Beliau duduk di atas kursi
Diatas rumah muka berseri
Memegang kitab hatinya suci
Menyambut tamu ceria sekali
Tangan disambut, cium pun datang
Menghormati guru hati pun terang
Beliau senang sangatlah girang
Menjabat murid, taulan dipandang
Demikian khabar saya sampaikan
Perihal ziarah, safar ke mawan
Do’a dipanjatkan, rabithah kuatkan
Semoga tali rohani kuat dan tahan
Ditutup kalam, qalam disimpan
Di negeri Mungka tempat pengarang
Apria Putra orang panggilkan
Khilaf dan salah, maafkan tuan
Syai’r ditulis dihari ini
Saat hujan di sore hari
Yaum Isnain 14 Sya’bani
1439 bilangan tahun hijri
Angku Mudo digelari orang
Kerjanya mengajar, pagi dan siang
Disanya banyak tak kepalang
“La-illaha-illa-Allah” selalu dipegang
