Payakumbuh — Qamari Music School menggelar kegiatan “Home Concert” pada Jumat (13/02/2026) sebagai ajang menampilkan hasil pembelajaran musik para siswanya.Qamari Music School merupakan lembaga pendidikan musik yang berkomitmen mengembangkan kemampuan musikal sekaligus karakter siswa sejak usia dini.
Berawal dari kelas musik berskala kecil, Qamari berkembang melalui pembelajaran yang terstruktur, personal, serta berorientasi pada kebutuhan siswa dan kolaborasi dengan wali murid.
Kepala Sekolah Qamari Music School, Ridho Rizki Kurniawan, mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang bagi siswa untuk merasakan pengalaman tampil layaknya konser mini.
“Home Concert ini bertujuan menampilkan hasil latihan siswa, meningkatkan rasa percaya diri dan mental tampil, sekaligus menjadi ajang apresiasi bagi siswa dan pengajar,” ujarnya.
Selain itu, kegiatan juga diharapkan memperkenalkan Qamari Music School kepada masyarakat serta mempererat hubungan antara siswa, orang tua, dan pihak sekolah.
Saat ini Qamari Music School memiliki 30 siswa dengan beberapa kelas pembelajaran, yakni vokal, piano, drum, gitar elektrik, gitar klasik, dan saxophone.
Dalam konser tersebut, sejumlah siswa tampil sesuai kelasnya. Pada kelas vokal, di antaranya Naurel Zunaira Anum, Syafana Kimi Almahyra, Pelangi Marjwa Almira, Muhammad Jordan, Mutia Azahra, dan Hanifa Syakira.Kelas piano menampilkan Prichilla Ralinsky, Langit Dhuha Mubarak, Anindya Beryl Novarestu, dan Hana Delariva Nugraha.
Sementara kelas drum diikuti Anugrah Vitallo Pratama, Bintang Atharik Musyaa, Umar Alhafiz, Athayla Pangeran Muda Sinkuan, Aqila Athar Rahman, Zavier Khalif Ar Raffi, dan Meccania Shalihah.
Pada gitar klasik tampil Adelyne Feby Zaviera dan Fathan, sedangkan penampilan saxophone dibawakan Langit Dhuha Mubarak.
Ridho berharap kegiatan tersebut menjadi ruang aman, hangat, dan inspiratif bagi siswa untuk mengekspresikan kemampuan bermusik dengan percaya diri sekaligus menumbuhkan apresiasi terhadap proses belajar musik.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya belajar teknik musik, tetapi juga membangun karakter, keberanian, dan kecintaan terhadap seni,” tutupnya.
