Categories Warta

Balap Liar Kembali Terjadi Dini Hari, Polres Payakumbuh: “Main Kucing-Kucingan”

Ratusan pemuda kembali memadati ruas jalan di Payakumbuh pada dini hari, Jumat, 20 Februari 2026.

Mereka berjejer di sisi jalan, sebagian merekam, sebagian lagi bersorak, menyaksikan aksi balap liar yang berlangsung di tengah gelap menjelang subuh. Rekaman suasana itu diunggah akun Instagram @pykupdate dan segera menyedot perhatian.

Hingga berita ini ditulis, video tersebut telah ditonton sekitar 106 ribu kali dan meraih hampir 3 ribu tanda suka.

Dalam keterangan unggahan disebutkan peristiwa terjadi pada dini hari Jumat. Kolom komentar pun ramai. Akun @fadlyyferyy menulis, ”Beko konai razia konai tangkok,,,nangih nangih Pulo kalian.” ucapnya ditutup dengan emot tertawa. Sementara akun @ahsnlltf_bms berkomentar singkat, ”Payakumbuh butuh SIRKUIT,” tulisnya.

Fenomena balap liar bukan barang baru di kota itu. Namun, viralnya video tersebut kembali memantik sorotan publik. Sudut Payakumbuh kemudian meminta penjelasan dari Kepala Seksi Humas Polres Payakumbuh, AKP Satria Rudi, ihwal langkah yang telah dan akan diambil kepolisian.

“Kami kan setiap malam minggu pasti melakukan kegiatan preventif guna melakukan pencegahan dengan patroli, standby di tempat-tempat terjadinya balap liar sampai mereka bubar. Cuman sekarang ini masalahnya kan main kucing-kucingan, kita pergi mereka datang lagi,” ucap Rudi.

Menurut dia, pola yang terjadi berulang. Aparat datang, kerumunan bubar. Petugas bergeser, para pembalap kembali.

“Ya sementara waktu itu yang baru bisa kami kondisikan. Sebenarnya permasalahan ini sudah ditekankan atau telah diberi atensi oleh pimpinan (Kapolres) setiap kita ada Tim KRYD namanya, tiap hari bergilir, dan dalam arti kata pas malam minggu di samping tugas pengamanan sehari-hari di bidang Kamtibmas kamu juga mengamankan persoalan balap liar ini,” sambungnya.

Rudi menegaskan keterbatasan personel menjadi salah satu kendala dan kegiatan juga masih banyak yang lain serta tidak memungkinkan untuk standby dari jam 4 pagi hingga jam 6 pagi.

Soal sanksi, ia memastikan penindakan telah berulang kali dilakukan dan sudah banyak motor yang ditahan oleh pihak kepolisian dengan jumlah ratusan, dan sudah berulang kali.

“Kami sudah sering menahan motor mereka, dan sudah ada kira-kira 300-400 motor, kadang sampai 2 bulan kami tahan untuk menimbulkan efek jera, tapi yang namanya anak muda ini diluar pengawasan orang tua mereka juga tetap liar, padahal peran orang tua sangat penting dalam masalah ini,” katanya.

Ia berharap para pembalap liar memiliki kesadaran untuk menyalurkan minat balap di tempat yang semestinya dan memupuk kesadaran di tempat yang semestinya.

Terkait kabar adanya kekecewaan pemuda pembalap liar akibat batalnya sebuah agenda balap resmi hingga mengakibatkan kembali maraknya balap liar, Rudi menyatakan tidak mengetahui informasi tersebut.

“Mengenai itu kita kurang paham. Karena yang dari saya sendiri tidak ada tembusan masuk,” ucapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *