Categories Warta

Bunga Bangkai Mekar di Jorong Tigo Balai, Warga Berbondong Menyaksikan

Bunga bangkai raksasa dengan nama latin Amorphophallus titanum tumbuh dan mekar di belakang rumah warga di Jorong Tigo Balai, Nagari Lubuak Batingkok, Kabupaten Lima Puluh Kota. Peristiwa langka ini segera menyedot perhatian warga dan pengguna media sosial setelah kabarnya beredar luas dalam beberapa hari terakhir.

Tumbuhan dari famili talas-talasan (Araceae) ini merupakan flora endemik hutan tropis Sumatra. Dalam literatur botani, A. titanum dikenal sebagai tumbuhan dengan bunga majemuk terbesar di dunia. Meski demikian, kerabat dekatnya, Amorphophallus gigas juga endemik Sumatra bahkan dapat menghasilkan bunga dengan tinggi mencapai lima meter.

Menurut keterangan warga setempat, bunga bangkai di Jorong Tigo Balai ini baru mekar sekitar dua hari sejak Rabu, 21 Januari, 2026. Tingginya berkisar antara 1,7 hingga 1,8 meter. Seperti karakter khasnya, bunga ini mengeluarkan aroma menyengat menyerupai bau bangkai yang membusuk, terutama saat memasuki fase mekar sempurna.

Fadil Akbar, pemilik lahan sekaligus mahasiswa Universitas Negeri Padang, menuturkan bahwa tanaman tersebut telah lama ada di pekarangan rumah keluarganya. “Ini dulu di tanam oleh ayah, bentuknya seperti ubi ada dua yang ditanam oleh ayah dengan posisi yang tidak berjauhan, dan selama 3 tahun banyak mati-hidupnya tidak jadi bunga, tapi jadi kayak batang saja,” ucapnya.

Bagi Fadil, kemunculan bunga bangkai ini membawa kegembiraan tersendiri. “Iya perasaan saya senang, dan bahagia, soalnya orang-orang bisa tahu dan menyaksikan langsung dan juga belajar bagaimana bunga ini sebenarnya serta keistimewaan nya juga,” tutupnya ketika diwawancarai Sudut Payakumbuh, Kamis 22 Januari, 2026.

Sejak bunga tersebut mekar, warga dari berbagai nagari berdatangan untuk melihat langsung fenomena alam ini. Ratna, warga Nagari Batu Payuang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, mengaku mengetahui informasi ini dari media sosial. “Iya kamu tahu ini dari Instagram Sudut Payakumbuh, kami penasaran pengen lihat langsung bagaimana model bunganya, apalagi ini kali pertama kami melihat bunga bangkai ini. Dan pas udah sampai kami kagum melihatnya,” ucap wanita berusia 56 tahun itu.

Kini, pekarangan belakang rumah di Jorong Tigo Balai itu mendadak menjadi ruang belajar alam terbuka tempat warga menyaksikan dari dekat salah satu keajaiban flora endemik Sumatra, meski tidak lama lagi bakala layu. Karena, bunga bangkai mekar hanya sebentar, biasanya 2-4 hari, meskipun siklus mekarnya bisa memakan waktu 2-10 tahun untuk kembali mekar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *