Categories Warta

Mengenal Zibos Band Asal Payakumbuh, Band yang Baru Rilis Single Marana

Zibos Band hadirkan karya terbaru mereka melalui single berjudul “Marana” pada 22 November 2025 dan dapat dinikmati di berbagai platform digital seperti Spotify, Apple Music, YouTube, Instagram, TikTok, dan lainnya.

Di balik perjalanan Zibos Band, ada sosok Ade Suhendra, seorang jurnalis dan pegiat media sosial asal Payakumbuh. Dengan latar belakang komunikasi dan pengalaman panjang di dunia media, Ade membawa pendekatan manajerial yang lebih segar bagi band ini.

Ia menggabungkan strategi kreatif, storytelling, hingga penguatan branding untuk membuat karya Zibos dikenal secara lebih luas.

“Musik bukan hanya hiburan, tapi medium ekspresi dan jembatan emosional antara seniman dan pendengarnya,” ujar Ade.

Kini, selain tengah menempuh studi S2 Pendidikan Bahasa Inggris di UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, ia juga terus aktif mengelola berbagai aktivitas kreatif. Sebagai founder Sudut Payakumbuh, ia telah membangun komunitas digital dengan hampir mencapai 400 ribu pengikut, menjadikannya figur lokal berpengaruh dalam dunia komunikasi dan konten digital di Sumatera Barat.

Di barisan pemain atau personil, dentuman drum RoselOcel —nama asli Abdi Tunggal Rosel, menjadi sumber energi Zibos Band. Terinspirasi oleh band-band seperti Nirvana, Foo Fighters, Arctic Monkeys, hingga Green Day, Rosel menghadirkan nuansa grunge dan alternative rock dengan permainan drum yang solid dan penuh tenaga.

“Drum itu bukan hanya ketukan; itu energi,” katanya.

Pengalaman panjangnya sejak 2004 bersama band-band seperti Obelix, The Giving, Rubby, Olula, Belian, hingga Wisnoise menjadikannya fondasi ritmis yang kuat dalam memastikan ‘Marana’ berdetak dengan sempurna.

Sementara itu, petikan bass Lycko—nama asli Likona Putra, memberikan dasar groove yang membuat karakter musik Zibos semakin tegas. Terpengaruh tokoh-tokoh bass seperti Billy Sheehan, Victor Wooten, hingga Flea, Lycko memadukan teknik dan perasaan dalam setiap permainan.

“Musik bukan sekadar bunyi — tapi bahasa jiwa,” ujarnya.

Pengalamannya bermain di banyak band seperti Blitz Bandl, TBC Band, Deniro Band serta kolaborasinya dengan musisi nasional seperti Zian Zigas, Shellaiqfa, hingga Jeje GuitarAddict menjadikannya salah satu kekuatan penting dalam single terbaru ini.

Pada bagian gitar, ada Suru dengan namalengkap NursaHiru yang menjadi sumber warna yang khas dalam musik Zibos. Permainan riff tajam, melodi penuh rasa, dan sensasi rock modern yang dipadukan dengan nuansa klasik Queen, Guns N’ Roses, Muse, hingga AC/DC membuat kehadirannya sangat signifikan dalam karakter lagu ‘Marana’.

Ia telah melalui perjalanan panjang bersama band-band Ruby, Olula, Belian, hingga @cowboysmokers, dan kini membawa kekuatan musikalnya untuk memperkaya karya terbaru Zibos Band.

Di posisi vokalis, Qopin dengan nama asli Nofriandi, menjadi suara yang menghidupkan cerita dalam setiap lirik. Dengan karakter vokal kuat dan ekspresif, ia memadukan pengaruh dari Anthony Kiedis, Freddie Mercury, hingga Chester Bennington.

“Setiap lirik adalah cerita, dan tugas vokalis adalah membuat cerita itu hidup,” ujarnya saat sesi rekaman.

Sebagai mantan frontman band Savecold dan Jump, Qopin kini mempersembahkan kisah dan energi baru bersama Zibos Band melalui single Marana.

Dengan perpaduan kekuatan personel, manajemen kreatif yang solid, dan karakter musik yang khas, ‘Marana’ menjadi bukti kedewasaan musikal Zibos Band. Single yang dirilis pada 22 November 2025 ini diharapkan menjadi babak baru yang menggaungkan karya mereka lebih luas, sekaligus memberikan warna baru bagi musik lokal Sumatera Barat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *