PAYAKUMBUH — Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh Rida Ananda mewakili Wali Kota Zulmaeta menghadiri Musrenbang Kecamatan Payakumbuh Timur Tahun Perencanaan 2027 di Aula SKB Kota Payakumbuh, Kamis (5/2/2026).
Rida mengatakan Musrenbang menjadi forum strategis untuk menyerap aspirasi masyarakat secara partisipatif, mulai dari tingkat RT/RW hingga kelurahan.
“Musrenbang kelurahan di Payakumbuh Timur telah dilaksanakan pada 6–22 Januari 2026 sebagai tahapan awal penyusunan RKPD 2027,” ujar Rida.
Ia menegaskan Pemko Payakumbuh ingin memastikan program pembangunan tahun 2027 benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat, di tengah keterbatasan kemampuan keuangan daerah.
“Kebutuhan pembangunan tinggi, sementara anggaran terbatas. Karena itu, program prioritas harus dipilih secara selektif dan tepat sasaran,” katanya.
Rida juga memaparkan sejumlah persoalan di Payakumbuh Timur, seperti masih adanya keluarga miskin ekstrem, kasus stunting, keterbatasan akses air bersih, dan kepemilikan jamban sehat.
“Data ini harus segera ditindaklanjuti oleh perangkat daerah terkait,” ujarnya.
Selain penanganan stunting, Pemko Payakumbuh mendorong pengembangan UMKM, peningkatan layanan publik, pengelolaan sampah berbasis masyarakat, serta pemulihan pusat pertokoan yang terdampak kebakaran.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Payakumbuh Hurisna Jamhur menyampaikan aspirasi prioritas masyarakat, di antaranya normalisasi Sungai Batang Agam dan Batang Sikali untuk mencegah banjir, serta pembangunan kantor camat yang lebih representatif.
“Usulan harus benar-benar berdampak luas bagi masyarakat, apalagi di tengah pengurangan transfer ke daerah,” kata Hurisna.
Camat Payakumbuh Timur Yopie Kurniawan mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kolaborasi dalam pembangunan.“Mari kita jaga komunikasi dan bekerja sama agar Payakumbuh Timur semakin baik,” pungkasnya.
