Categories Warta

Musrenbang Payakumbuh Utara Bahas Prioritas Pembangunan 2027

Payakumbuh — Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, diwakili Asisten I Setdako Payakumbuh, Nofriwandi, membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Payakumbuh Utara Tahun Perencanaan 2027 di Aula Kantor Camat Payakumbuh Utara, Jumat (6/2/2026).

Dalam sambutannya, Nofriwandi menyampaikan Musrenbang kelurahan di Payakumbuh Utara telah berlangsung pada 8–22 Januari 2026 di sembilan kelurahan. Ia menilai tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan keterlibatan aktif warga dalam pembangunan daerah.

“Keberhasilan pembangunan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha,” ujarnya.

Ia menjelaskan Musrenbang menjadi forum strategis untuk menyerap aspirasi masyarakat secara berjenjang, mulai dari kelurahan hingga kecamatan, sekaligus menentukan prioritas pembangunan yang benar-benar dibutuhkan warga.

Menurutnya, keterbatasan kemampuan keuangan daerah menuntut penyusunan program berbasis skala prioritas. “Kita harus memilih program yang paling berdampak dan paling menyentuh kebutuhan masyarakat,” katanya.

Nofriwandi menambahkan tahun 2027 merupakan tahun ketiga pelaksanaan RPJMD Kota Payakumbuh 2025–2029 dengan fokus pada peningkatan kualitas SDM, penguatan ekonomi kerakyatan, dan peningkatan layanan publik.

Berdasarkan data DTSen 2025, di Payakumbuh Utara terdapat 864 kepala keluarga pada desil 1, 19 balita stunting, serta 714 keluarga berisiko stunting. Selain itu, masih ada enam kepala keluarga belum memiliki akses air minum layak dan 64 kepala keluarga belum memiliki jamban sehat.

“Data ini harus menjadi dasar intervensi lintas sektor, terutama untuk penanganan stunting dan kemiskinan,” ujarnya.

Ia juga menilai Payakumbuh Utara memiliki potensi besar di sektor pertanian dan perdagangan, sehingga diperlukan perbaikan irigasi, jalan usaha tani, serta pengembangan UMKM berbasis hasil pertanian.

Pemerintah pusat, lanjutnya, masih mengalokasikan dana alokasi umum (DAU) kelurahan sebesar Rp200 juta per kelurahan pada 2026 yang diarahkan untuk penanganan stunting, kemiskinan ekstrem, dan pengendalian inflasi.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Payakumbuh Wirman Putra menegaskan DPRD siap mengawal aspirasi masyarakat agar terakomodasi sesuai kemampuan keuangan daerah.

Plt Camat Payakumbuh Utara Ronal menambahkan tahapan Musrenbang telah melalui mufakat RT/RW, pra-Musrenbang kelurahan hingga Musrenbang kelurahan sebelum pembahasan di tingkat kecamatan.

“Mari kita rumuskan prioritas pembangunan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan hidup agar Payakumbuh Utara semakin maju dan sejahtera,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *