Pembangunan Jalan Rabat Beton di Jorong Sontua Disambut Positif Warga

Sudutpayakumbuh- Pembangunan jalan rabat beton di Jorong Sontua, Nagari Sarilamak, Kabupaten Lima Puluh Kota, mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Jalan yang sebelumnya berupa pematang kecil dan sering becek, kini telah berubah menjadi akses yang lebih layak dan nyaman dilalui.

Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Aida yang turut mendorong realisasi pembangunan tersebut menjelaskan, proyek ini merupakan aspirasi masyarakat yang telah disampaikan sejak dua tahun terakhir.

“Pembangunan jalan ini memang sudah masuk dalam RKP Nagari Sarilama dan kemudian kita masukkan ke dalam RKPD Provinsi Sumatera Barat. Pelaksanaannya dilakukan pada tahun 2025,” ujar Aida saat ditemui di lokasi pada Minggu (11/1/2026).

Menurutnya, pembangunan jalan tersebut menjadi prioritas karena kebutuhan mendesak masyarakat, khususnya di wilayah Sontua. Meski Nagari Sarilamak merupakan pusat ibu kota Kabupaten Lima Puluh Kota, masih terdapat beberapa akses yang memerlukan perhatian lebih dari pemerintah.

“Ini skala prioritas masyarakat. Maka kita upayakan dibantu melalui APBD Provinsi Sumatera Barat,” tambahnya.

Ia juga menegaskan bahwa pembangunan dilakukan dengan material rabat beton readymix guna menjamin kualitas dan daya tahan jalan dalam jangka panjang.

“Anggarannya cukup besar, jadi kami berharap pemerintah nagari dan masyarakat sama-sama menjaga dan memelihara jalan ini agar bisa digunakan dalam waktu lama,” katanya.

Sementara itu, salah seorang warga setempat, Yanti, mengaku merasakan langsung manfaat dari pembangunan tersebut. Ia menyebut, kondisi jalan sebelumnya sangat menyulitkan aktivitas sehari-hari.

“Dulu masih pematang kecil, becek. Sekarang sudah dibangun, rasanya lega dan senang,” ujar Yanti.

Ia menambahkan, akses yang lebih baik membuat mobilitas warga menjadi lancar, termasuk untuk kegiatan ekonomi dan anak-anak yang pergi ke sekolah.

“Sekarang perjalanan lancar, keluar masuk kampung juga enak. Anak-anak ke sekolah juga lancar,” katanya.

Namun demikian, Yanti masih mengeluhkan persoalan banjir yang terkadang menghambat aktivitas, terutama saat curah hujan tinggi.

“Kalau banjir, air naik, jalan tidak bisa dilewati. Itu tidak bisa dipastikan kapan datangnya,” ungkapnya.

Warga berharap ke depan pembangunan jalan dapat dilanjutkan hingga ke titik-titik yang belum tersentuh.

“Mudah-mudahan ada lagi bantuan ke depannya, supaya jalan bisa sampai ke ujung sana,” tutupnya. (Gathan/Mg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *