Sudutpayakumbuh- Pendi (47) pengusaha batu bata tradisional di Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, masih bertahan menjalankan usahanya di tengah cuaca yang tidak menentu dan biaya produksi yang terus meningkat.
Usaha yang telah digelutinya lebih dari sepuluh tahun ini menjadi sumber penghidupan utama bagi keluarganya dan sejumlah pekerja lokal. Kamis (29/1/2026).
Proses pembuatan batu bata, kata Pendi, masih dilakukan secara manual. Tanah liat diambil dari sekitar lokasi, kemudian direndam dan diolah hingga halus sebelum dicetak menggunakan cetakan kayu sederhana.
“Setelah dicetak, batu bata dijemur di ruang terbuka selama tiga hingga tujuh hari, tergantung intensitas panas matahari. Kalau sudah kering, batu bata dibakar di dalam tungku selama dua sampai tiga hari sampai masak sempurna,” ujarnya.
Menurutnya, faktor cuaca menjadi tantangan terbesar dalam proses produksi. Hujan yang turun berhari-hari kerap menghambat penjemuran, bahkan menyebabkan sebagian batu bata rusak sebelum sempat dibakar.
“Selain cuaca, kenaikan harga kayu bakar juga nambah beban biaya produksi. Tenaga kerja semakin terbatas karena tidak banyak warga yang berminat bekerja di sektor industri rumahan tersebut,” ungkapnya.
Dalam segi pemasaran, batu bata produksi Pendi umumnya dijual kepada warga sekitar, toko bangunan, hingga kontraktor kecil. Proses distribusi dilakukan menggunakan kendaraan pribadi atau mobil sewaan, menyesuaikan jumlah pesanan.
“Meski permintaan relatif stabil, keuntungan yang diperoleh minim. Dari setiap batu bata, laba bersih yang didapat hanya berkisar Rp300 hingga Rp500,” katanya
Dalam kondisi produksi normal, penghasilan bersih per bulan berada di kisaran Rp2 juta hingga Rp3 juta. Jumlah tersebut, menurut Pendi, hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga dan biaya pendidikan anak.
Ia berharap masyarakat dapat lebih menghargai produk lokal yang proses pembuatannya memerlukan waktu dan tenaga besar.
“Kepada pemerintah daerah, semoga ada dukungan berupa bantuan peralatan, akses permodalan, serta pelatihan agar usaha kecil ini dapat berkembang dan meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha,” tutupnya. (Gathan/Mg)
