Sudutpayakumbuh- Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Kelurahan Koto Panjang, Kecamatan Payakumbuh Timur, Kota Payakumbuh digelar di Kantor Lurah Koto Panjang. Selasa (6/1/2026).
Untuk diketahui, kegiatan ini merupakan Musrenbang kelurahan perdana yang diadakan di Payakumbuh pada tahun 2026, sekaligus dilaksanakan di kantor lurah yang baru beberapa bulan lalu diresmikan.
Musrenbang Kelurahan merupakan tahapan strategis dalam proses perencanaan pembangunan daerah yang bertujuan untuk menghimpun, menyelaraskan, dan memprioritaskan aspirasi masyarakat.
Melalui forum ini, berbagai permasalahan dan kebutuhan masyarakat dibahas secara terbuka dan partisipatif sebagai dasar penyusunan program pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dalam kesempatan ini turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Payakumbuh, Hurisna Jamhur, bersama anggota DPRD Kota Payakumbuh Daerah Pemilihan (Dapil) III lainnya, yakni Ryan Made Hanesty, Jen Zuldi Rozalim, Sekcam Payakumbuh Timur, Zailendra yang didampingi Kasi Pemerintahan, Pinta Nida, Plt Lurah Koto Panjang, Refliza, perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Payakumbuh, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), unsur RT dan RW, PKK, Karang Taruna, serta tokoh masyarakat Kelurahan Koto Panjang.
Plt Lurah Koto Panjang, Refliza mengapresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah hadir dan berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan Musrenbang Kelurahan.
Ia menegaskan bahwa Musrenbang merupakan momentum penting bagi masyarakat Kelurahan Koto Panjang untuk menyampaikan aspirasi dan kebutuhan pembangunan secara langsung.
“Musrenbang Kelurahan ini menjadi ruang bersama bagi kita semua untuk berdiskusi dan menyampaikan aspirasi secara terbuka. Kami berharap seluruh usulan yang disampaikan benar-benar mencerminkan kebutuhan prioritas masyarakat dan dapat direalisasikan secara bertahap,” ujarnya.
Refliza juga menyebut bahwa sebagai kelurahan yang terus berkembang, Koto Panjang masih membutuhkan dukungan pembangunan di berbagai sektor, baik infrastruktur dasar, pelayanan publik, maupun pemberdayaan masyarakat. Oleh karena itu, ia berharap sinergi antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat dapat terus diperkuat.
“Kami menyadari bahwa tidak semua usulan dapat direalisasikan dalam waktu singkat. Namun, dengan perencanaan yang baik dan dukungan semua pihak, kami optimistis pembangunan di Kelurahan Koto Panjang dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan,” ucapnya.
Sekcam Payakumbuh Timur, Zailendra dalam sambutannya sekaligus membuka secara resmi kegiatan Musrenbang Kelurahan, menekankan pentingnya optimalisasi pemanfaatan Dana Kelurahan (DAU yang diarahkan), agar benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami menekankan agar Dana Kelurahan dimanfaatkan secara optimal dan tepat sasaran untuk kebutuhan masyarakat, terutama pada sektor sarana dan prasarana serta pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa Musrenbang Kelurahan merupakan bagian awal dari rangkaian perencanaan pembangunan yang akan dilanjutkan ke tingkat kecamatan melalui Musrenbang Kecamatan. Oleh karena itu, ia berharap seluruh usulan yang disepakati dalam forum ini dapat disusun secara matang untuk diperjuangkan pada tahapan selanjutnya.
Selain Dana Kelurahan, Zailendra juga menyampaikan bahwa terdapat alternatif sumber pendanaan lain yang dapat dimanfaatkan, seperti Dana Pokok Pikiran (Porkir) DPRD serta hibah dan bantuan sosial sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Kami berharap melalui dukungan anggota DPRD, Kelurahan Koto Panjang dapat menjadi prioritas pembangunan sehingga pelaksanaan pembangunan ke depan berjalan lebih optimal, efektif, dan berkelanjutan,” ucapnya.
Selanjutnya, Wakil Ketua DPRD Payakumbuh, Hurisna Jamhur menyampaikan agar Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Payakumbuh dapat meningkat pada tahun 2027. Menurutnya, peningkatan PAD membutuhkan kerja sama seluruh pihak, termasuk peran aktif masyarakat Kelurahan Koto Panjang.
“Kami dari DPRD berharap adanya kerja sama kita semua dalam meningkatkan PAD, salah satunya melalui pendataan usaha-usaha yang belum taat membayar pajak. Hal ini penting demi mendukung kebutuhan pembangunan Kota Payakumbuh,” ujarnya.
Ia juga menyebut terkait komitmen DPRD Kota Payakumbuh untuk memperjuangkan prioritas pembangunan di Kelurahan Koto Panjang, mulai dari penerangan jalan umum, sektor pendidikan, hingga kebutuhan dasar lainnya.
“Mudah-mudahan melalui Musrenbang ini, berbagai keluhan dan permasalahan di Kelurahan Koto Panjang dapat kita carikan solusi bersama. Kami juga berharap program-program pemberdayaan masyarakat, termasuk KMP (Koperasi Merah Putih) dapat berjalan dengan baik dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tutupnya. (Laila)
