Categories Artikel

Tanamkan Disiplin dan Cegah Kenakalan Remaja, Kapolres 50 Kota Jadi Pembina Upacara di SMP N 1 Harau

sudutpayakumbuh- Dalam upaya membentuk generasi muda yang berkarakter, disiplin, dan sadar hukum, Kapolres 50 Kota AKBP Syaiful Wachid, melaksanakan program prioritas Kapolri, Polisi Peduli Pendidikan (Polidik), dengan bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) di SMP Negeri 1 Harau, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Senin (26/10/2026)

Kegiatan tersebut diikuti oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lima Puluh Kota, Antoni, S.Pd., M.Pd., kepala sekolah, seluruh majelis guru, serta para siswa dan siswi SMP Negeri 1 Harau. Dalam pelaksanaannya, Kapolres 50 Kota didampingi oleh Pejabat Utama (PJU) Polres 50 Kota.

Melalui kegiatan Polisi Peduli Pendidikan ini, Kapolres 50 Kota hadir langsung di lingkungan sekolah untuk memberikan edukasi, motivasi, serta pembinaan kepada para pelajar agar mampu menjadi generasi penerus bangsa yang memiliki karakter kuat, berakhlak baik, dan bertanggung jawab.

Dalam amanatnya, Kapolres 50 Kota AKBP Syaiful Wachid, S.H., S.I.K., M.H., menekankan pentingnya kedisiplinan dan kepatuhan terhadap aturan, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.

“Para pelajar diingatkan agar senantiasa menghormati guru, menaati tata tertib sekolah, serta membiasakan diri melakukan hal-hal positif yang dapat menunjang keberhasilan dalam pendidikan,” ucapnya

Kapolres 50 kota juga memberikan perhatian khusus terhadap pentingnya tertib berlalu lintas di kalangan pelajar. Para siswa diimbau untuk memahami aturan lalu lintas, mengutamakan keselamatan saat berada di jalan raya, serta tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

“Para pelajar agar menjauhi berbagai bentuk kenakalan remaja, seperti tawuran, perundungan atau bullying, serta keterlibatan dalam geng motor yang berpotensi merugikan diri sendiri dan orang lain. Para siswa juga diberikan pemahaman mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak kesehatan, menghambat pendidikan, dan menghancurkan masa depan generasi muda,” harapnya

Menurutnya dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi, Kapolres 50 kota turut mengajak para pelajar agar bijak menggunakan media sosial, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya, serta tidak menyebarkan berita bohong atau hoaks. Media sosial hendaknya dimanfaatkan untuk kegiatan positif, menambah wawasan, dan mendukung proses belajar.

Kapolres 50 Kota menyampaikan bahwa pendidikan bukan hanya tentang memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga membangun karakter, menanamkan kedisiplinan, serta membentuk sikap dan perilaku yang baik sejak dini.

“Adik-adik sekalian adalah generasi penerus bangsa yang akan menentukan masa depan Indonesia. Oleh karena itu, manfaatkan waktu untuk belajar dengan sungguh-sungguh, hormati orang tua dan guru, patuhi aturan, serta jauhi narkoba, tawuran, bullying, dan segala bentuk perilaku negatif. Jadilah pelajar yang disiplin, berprestasi, dan mampu membanggakan keluarga, sekolah,” tutupnya

Ia juga menegaskan bahwa Polri tidak hanya hadir untuk menegakkan hukum, tetapi turut berperan dalam membina dan melindungi generasi muda melalui pendekatan edukatif, humanis, dan preventif. Sinergi antara kepolisian, pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat dinilai penting untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, serta kondusif bagi tumbuh kembang para pelajar.

Melalui program Polisi Peduli Pendidikan, Polres 50 Kota berkomitmen untuk terus mendukung dunia pendidikan sekaligus mencegah berbagai perilaku menyimpang di kalangan remaja. Upaya ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran hukum, memperkuat karakter positif, serta mendorong para pelajar menjadi generasi muda yang cerdas, berintegritas, dan bertanggung jawab.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *