Categories Berita Sudut

Viral Sinkhole Situjuah Batua, Wisatawan Asal Turki Datang Membuktikan dengan Mata Kepala Sendiri

Ribuan warga dari berbagai daerah di Sumatra Barat memadati kawasan fenomena alam Sinkhole Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Lima Puluh Kota, pada Jumat sore (9/1/2026). Lonjakan pengunjung sejak siang hari membuat arus lalu lintas menuju lokasi sempat tersendat. Jalan-jalan sempit di sekitar kawasan itu dipenuhi kendaraan pribadi dan sepeda motor yang datang silih berganti.

Keramaian tersebut ikut menggerakkan aktivitas ekonomi warga. Di sepanjang akses menuju sinkhole, pedagang lokal hingga pedagang musiman dari luar nagari berjejer menjajakan makanan ringan, minuman, hingga cendera mata. Situjuah Batua mendadak menjelma ruang ekonomi dadakan, memperlihatkan bagaimana sebuah fenomena geologi dapat dengan cepat berubah menjadi magnet sosial dan ekonomi.

Antusiasme pengunjung tidak hanya datang dari masyarakat Sumatra Barat. Fenomena ini juga menarik perhatian wisatawan mancanegara. Salah satunya Zafer, 34 tahun, warga Antalya, Turki. Kepada Sudut Payakumbuh, ia mengaku kedatangannya dipicu oleh informasi yang beredar luas di media sosial.

”Karena dari informasi ya, karena sudah menjadi viral. Aku tahu dari Facebook, heheh, setelah itu aku penasaran ya, aku mau lihat kalau itu asli. Aku mau lihat dengan mataku kalau itu benar,” ujarnya.

Zafer yang cukup fasih berbahasa Indonesia itu mengaku terkejut setelah melihat langsung kondisi di lapangan.

”Eh aku syok. Syok, ya, bagaimana ini bisa terjadi. Terlebih orang juga mengatakan kalau ini terjadi dengan sendiri, tanpa campur tangan manusia ya,” tutupnya.

Di tengah euforia publik, pemerintah pusat mulai bergerak. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menurunkan tim ahli dari Badan Geologi Bandung untuk melakukan kajian cepat atas kemunculan sinkhole tersebut. Tim tiba di lokasi pada Kamis pagi lalu (8/1/2026), didampingi Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lima Puluh Kota Ardiman serta anggota DPRD setempat, M. Fajar Rillah Vesky.

Tim Badan Geologi yang terdiri dari Riyan Nur dan Taufik Wirabuana disambut unsur Forkopimca dan pemerintahan nagari, di antaranya Camat Situjuah Limo Nagari IL Yandri, Kapolsek AKP Hendra, Danpos TNI Peltu Wahidi, Wali Nagari Emil Nofri Ihsan, serta Kepala Jorong Tapi, Salmi. Kajian awal ini menjadi penentu langkah mitigasi lanjutan di kawasan yang kini menjadi sorotan publik tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *