Ini Himbauan BPBD 50 Kota Setelah Adanya Kebakaran Lahan Hutan di Suliki

Sudutpayakumbuh- Telah terjadi kebakaran lahan di kawasan Ateh Koto, Nagari Suliki, Kecamatan Suliki, Lima Puluh Kota. Ba­dan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lima Puluh Kota mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau 2026.

Kepala Pelaksana (Ka­laksa) BPBD Kabupaten Lima Puluh Kota, Zaimar Hakim, mengatakan pen­cegahan karhutla harus menjadi perhatian bersama karena dampaknya dapat merugikan ma­sya­rakat dan lingkungan.

“Ce­gah karhutla sejak dini. Jaga hutan, jaga ling­kungan, dan selamatkan generasi mendatang,” ucap Zaimar Hakim, Rabu (3/6).

Tak hanya itu, Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sem­­barangan, serta tidak meninggalkan api unggun maupun pembakaran sam­pah tanpa pengawa­san.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Lima Puluh Kota, Fiddria Fala, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima laporan kebakaran lahan di kawasan Ateh Koto, Nagari Suliki, pada Senin (1/6) lalu.

“Laporan kami te­rima dari Wali Nagari Suliki. Kebakaran terjadi di lahan yang berada di tepi jalan kawasan Ateh Koto dan sempat membahayakan tiang listrik yang berada di sekitar lokasi,” katanya

Setelah menerima laporan, petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Li­ma Puluh Kota langsung menuju lokasi untuk me­lakukan pemadaman dan mencegah api meluas ke area lain yang berpotensi menimbulkan kerusakan lebih besar.

“Anggota me­lakukan penyemprotan pada titik-titik api yang membakar vegetasi ke­ring di lereng perbukitan. Upaya pemadaman dilakukan untuk mengamankan area sekitar, termasuk jaringan listrik yang berada di dekat lokasi kebakaran,” ujarnya.

Zaimar menegaskan bahwa satu percikan api dapat ber­kem­bang menjadi bencana besar apabila tidak segera ditangani. Karena itu, ma­syarakat diminta segera melaporkan apabila me­nemukan titik api atau ke­pulan asap di kawasan hutan maupun lahan.

Menurut BPBD, karhutla dapat menyebabkan kerusakan lingkungan, gangguan kesehatan akibat kabut asap, kerugian ekonomi, kerusakan fasilitas umum, hingga mengancam keselamatan ma­syarakat. Dengan me­ningkatnya suhu udara dan kondisi lahan yang mulai mengering pada musim kemarau, ma­syarakat diharapkan le­bih berhati-hati dalam beraktivitas serta bersama-sama men­jaga wilayahnya dari ancaman keba­karan hutan dan lahan.

“Mari kita cegah kebakaran hutan dan lahan. Cuaca panas saat ini sangat berisiko bagi kita semua. Atas bantuan dan kerja sama seluruh ma­syarakat, kami ucapkan terima kasih,” tutupnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *