Disdik dan Kebudayaan Limapuluh Kota Gelar Lomba dan Festival Seni 2026

sudutpayakumbuh- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Limapuluh Kota menggelar acara Lomba dan Festival Seni kategori Bercerita Legenda Minangkabau Tingkat Sekolah Dasar (SD) di Halaman Kantor Disdik dan Kebudayaan Limapuluh Kota. Senin (3/8/2026). 

Sebelumnya telah diadakan juga kategori lomba Menulis Cerita Rakyat pada (29/7) lalu. kemudian nanti dilanjutkan lomba Bercerita Legenda Minangkabau Tingkat SMP pada (4/8) serta Lomba Badendang Minang hingga (6/8) dengan dewan Juri lomba Ongdi Putra, Ilham Risadi, dan Rahmadella. 

Turut hadir dalam kegiatan festival Kapolsek Harau, Kabid Kebudayaan Limapuluh Kota, dewan juri, pegiat seni serta peserta lomba utusan dari masing-masing sekolah yang ada di Limapuluh Kota.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Limapuluh Kota, Antoni dalam laporannya mengatakan kegiatan festival ini dalam rangka melestarikan budaya yang dimiliki di Kabupaten Limapuluh Kota.

Menurutnya budaya merupakan warisan dari leluhur dan akan dilihat oleh bangsa lain. Kegiatan ini diharapkan mampu membawa budaya yang ada di Limapuluh Kota bisa dikenal oleh pendatang dari luar. 

“Kegiatan kita mencakup tiga lomba, ada menulis cerita rakyat sudah dimulai pada Rabu kemarin, semua cerita yang muncul pada hari itu nantinya akan dibundelkan jadi buku, hari ini lomba bercerita dan dilanjutkan festival lagu-lagu dari daerah kita,” ujarnya

Kabid Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Limapuluh Kota, Sarnen Indra dalam arahannya menyampaikan kepada paea peserta lomba untuk saling berkompetisi secara sehat. 

“Untuk semua peserta SD yang ikut berlomba hari ini, semangat dalam berkompetisi, mudah-mudahan mendapatkan hasil yang terbaik,” ucapnya

Tak hanya itu, Dewan Juri Rahmadella juga menyebut bahwa hari ini diselenggarakan lomba bercerita legenda minangkabau dengan menampilkan cerita khas Limapuluh Kota dari daerah masing-masing. 

“Adik-adik pakai bahasa minangkabau, bukan bahasa Indonesia yang diminang-minangkan, durasi 5-7 menit, boleh pakai properti dan musik pengiring tapi tidak ganggu aktivitas bercerita nantinya. Selamat berlomba dan bersenang senang, ini panggung milik ananda semuanya,” ujarnya. 

Sementara itu, Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ahlul Badrito Resha dalam sambutannya mennyampaikan bahwa nilai budaya di kabupaten Limapuluh Kota tidak boleh luntur. Melalui kegiatan ini nantinya mampu melahirkan nilai-nilai yang menjunjung identitas budaya yang ada di Limapuluh Kota. 

“Melalui kegiatan ini nantinya mampu membawa Limapuluh kota dikenal dengan daerah yang  berbudaya, atas nama Pemkab kami sangat mengapresiasi serta mendukung atas terlaksananya festival Seni ini,” tutupnya (Laila)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *