Penemuan Kasus TB Baru Capai 25,9 Persen, Skrining Diperluas Hingga 36 Lokasi

sudutpayakumbuh- Pemerintah Kota Payakumbuh mempercepat penemuan kasus tuberkulosis (TB) setelah capaian deteksi hingga Juli 2026 baru mencapai 25,9 persen, jauh di bawah target 55,4 persen.

Percepatan dilakukan dengan memperkuat pelacakan kontak dan skrining yang terintegrasi dengan program Cek  kesehatan Gratis (CKG).

Skrining TB tersebut akan berlangsung pada Agustus-November 2026 di 36 lokus, dengan melibatkan puskesmas, rumah sakit, kecamatan, kelurahan, Bhabinkamtibmas, kader, hingga masyarakat.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya memutus rantai penularan sekaligus mengejar target eliminasi TB pada 2030.

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta melalui Asisten I Nofriwandi menegaskan penanganan TB tidak berhenti setelah pasien ditemukan. Pengobatan harus dipastikan tuntas, sementara orang yang memiliki kontak erat perlu segera diperiksa.

“Pelacakan tidak hanya menyasar anggota keluarga, tetapi juga lingkungan sekolah, perkantoran, asrama, dan komunitas. Pemerintah juga mengingatkan masyarakat agar tidak memberikan stigma karena TB dapat disembuhkan dan pengobatannya tersedia secara gratis,” ucap pada Sabtu (15/8/2026).

Ketua TP-PKK Kota Payakumbuh Eni Zulmaeta mendorong kader PKK di 47 kelurahan ikut menggerakkan masyarakat untuk melakukan pemeriksaan dini dan mendampingi pasien hingga sembuh.

Tak hanya itu, Kepala Dinas Kesehatan Payakumbuh Yanti juga mengatakan keberhasilan program sangat bergantung pada koordinasi lintas sektor.

“Pemko juga telah mendorong pembentukan kelurahan siaga TB di 47 kelurahan untuk memperkuat pencegahan, penemuan kasus, serta pendampingan pasien,” ujarnya

Percepatan ini sejalan dengan agenda nasional. Kementerian Kesehatan mencatat penelusuran kontak TBC secara nasional pada 2026 diperluas hingga lebih dari 53 ribu lokasi dengan target cakupan 90 persen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *