Sudutpayakumbuh- Sebanyak 500 orang jemaat Katolik dari Luak Limopuluah (Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota) melaksanakan perayaan ibadah malam misa natal di Gereja Katolik Paroki Santo Fidelis a Sigmarinda, Payakumbuh. Rabu (24/12/2025) malam.
“Jemaat yang hadir ada lebih kurang 500 orang. Untuk di Payakumbuh berdasarkan Kartu Keluarga (KK) yang beragama Katolik ada 320 KK, yang jemaatnya semunya 700 lebih. Jadi yang ikut ibadah sekarang ini 500, sebagian ada pulkam karena musibah bencana di Sibolga dan Tapsel,” kata Wakil Ketua Panitia sekaligus Koordinator Keamanan, Porman Sinagar yang biasa dipanggil Tomi
Ia juga mengatakan untuk tema malam misa natal tahun 2025 tentang Allah Ada Untuk Menyelamatkan Keluarga. Hal ini dengan tujuan yang intinya di setiap keluarga itu harus mengandalkan Tuhan.
“Biar ada komunikasi dan juga kepada lingkungan. Jika tidak hal itu yang datang ke keluarga kita masing-masing. Sudah pasti akan ada perpecahan. Pada natal ini pesannya untuk umat harus mengandalkan Tuhan dalam keluarga masing-masing,” ujarnya.
Tak hanya itu, Ia menambahkan bahwa kegiatan malam misa natal ini merayakan hari kelahiran sang juru selamat yaitu Yesus Kristus.
“Inilah kita mengenang di dalam filosofinya, inilah puncak liturgi yang paling besar di dalam Gereja Katolik. Kalau untuk besoknya itu sudah pesta,” ucapnya.

Menurutnya dalam pesta perayaan ketika juru selamat telah lahir, malam misa natal tersebut juga dinamai dengan Masa Adven.
Untuk diketahui, bersumber dari laman ofm-indonesia.org menyatakan bahwa Masa Adven Natal merupakan periode empat minggu penuh persiapan rohani umat Kristiani sebelum Natal, dimulai dari Minggu Adven pada akhir November-awal Desember, lalu Malam Natal pada 24 Desember.
Dalam Masa Adven tersebut, memberikan makna menantikan kedatangan Yesus Kristus pertama (kelahiran) dan kedua (kedatangan-Nya yang kedua kali), ditandai dengan pertobatan, doa, pengharapan, dan tradisi seperti lingkaran Adven dengan lilin ungu dan merah muda, yang artinya telah lama menantikan dalam kurun waktu satu bulan.
“Kami menunggu selama empat minggu barulah hari ini dirayakan, hari kelahiran-Nya,” tutupnya. (Laila Lubis)
