Sudutpayakumbuh- Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kabupaten Lima Puluh Kota, Irwan, bersama Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lima Puluh Kota, Yulius, meninjau Rumah Tenun, kelompok petani padi dan jagung serta kelompok peternak puyuh petelur, di Kampung Zakat, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Rabu (8/4/2026).
“Hari ini kita bersama-sama meninjau di lapangan pelaksanaan program Kampung Zakat di Nagari Ampalu ini. Ada Rumah tenun, kelompok petani padi dan jagung, dan kelompok peternak puyuh petelur. Kemudian kita juga menyampaikan pembinaan dan memberikan dukungan kepada penerima manfaat kampung zakat,” sebut Kakan Kemenag, Irwan
Menurutnya kolaborasi yang baik dengan LAZ BSI Maslahat, untuk penerima manfaat bagi kelompok petani padi dan jagung dengan anggota sebanyak 69 orang, kemudian LAZ Dompet Duafa, dengan pembinaan bagi kelompok peternak puyuh petelur.
Kemudian juga kolaborator BAZNAS RI dan Baznas Kabupaten Lima Puluh kota untuk penerima manfaat tenun sebanyak 30 orang dan sudah berproduktif jenis selendang.
“Alhamdulillah, rumah tenun kampung Zakat yang hadir di Jorong Mangunai dengan dukungan dana Rp 600 juta rupiah yang bersumber dari dana BAZNAS Pusat. Dan hari ini rumah tenun kampung Zakat telah mulai berproduksi secara bertahap,” sebutnya.
Kakan Kemenag berharap para pengerajin tenun untuk terus meningkatkan kualitas produk sehingga dapat dipasarkan secara luas.
“Untuk pemasaran kita mendorong berbagai instansi terkait untuk terlibat secara aktif untuk mempromosikan serta memasarkan produk dari rumah tenun kampung Zakat ini,” harapnya.
Di sisi lain Kakan Kemenag berharap agar rumah tenun kampung Zakat ini dapat menjadi kebangkitan ekonomi pengerajin di masyarakat.
“Oleh sebab itu mari jaga kekompakan, kebersamaan dalam beraktifitas,” ucapnya
Sementara itu, Ketua Baznas Lima Puluh Kota, Yulius,menyampaikan dukungan sekaligus mendorong kelompok pengerajin tenun untuk memanfaatkan rumah tenun kampung Zakat secara maksimal. Rumah tenun kampung Zakat telah didukung dengan peralatan mesin yang canggih sehingga produksi dapat meningkatkan dan berkualitas.
Terkait dengan pemasaran produk, ketua Baznas berjanji untuk terus membersamai usaha pemasaran melalui stakeholder terkait.
“Untuk itu kita harapkan para pengerajin untuk terus semangat dalam mewujudkan kemandirian,” tutupnya.
