sudutpayakumbuh- Sebanyak 217 orang peserta didik MTsN 1 Lima Puluh Kota (Saliko) mengikuti Wisuda Tahfidz ke-XI di Lingkungan Sekolah pada Sabtu (16/5/2026).
Kegiatan tahunan tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Lima Puluh Kota, Kakan Kemenag Lima Puluh Kota, Anggota DPRD Lima Puluh Kota, Pimpinan Baznas Lima Puluh Kota, Kepala KUA Kecamatan Guguak serta tamu undangan lainnya.
Kepala Sekolah MTsN 1 Limapuluh Kota, A.Mazhar menjelaskan, bahwa kegiatan wisuda tahfidz tahun ini merupakan angkatan ke-XI yang setiap tahun dilaksanakan.
Menurutnya dari data yang diterima Data, 217 wisudawan merupakan peserta didik yang telah mengikuti ujian tahfidz yang dilaksanakan beberapa waktu lalu dengan rincian, 194 peserta didik diwisuda dengan hafalan 1 Juz. 18 peserta didik meraih hafalan 2 Juz, 4 peserta diwisuda dengan hafalan 3 Juz dan 1 peserta meraih hafalan 4 Juz.
“MTsN 1 Lima Puluh Kota telah menjadikan program tahfidz sebagai bagian dari seluruh proses pembelajaran, dengan melibatkan seluruh tenaga pendidik sebagai pengasuh hafalan peserta didik. Dengan pola tersebut target hafalan Al-Qur’an peserta didik dapat di evaluasi secara berkala, sehingga mereka mampu mencapai target hafalan,” ucapnya
Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Lima Puluh Kota, Rizki Eka Putra mengatakan Kementerian Agama Lima Puluh Kota dalam tiga tahun terakhir telah mencanangkan program tahfidz sebagai keniscayaan bagi seluruh peserta didik madrasah.
“Kemenag Lima Puluh Kota melalui program tahfidz dapat memastikan setiap tamatan madrasah di Lima Puluh Kota wajib memiliki hafalan Al-Qur’an minimal satu juz. Alhamdulillah, dalam tiga tahun terakhir madrasah LIma Puluh Kota dapat mencapai target tersebut dengan melahirkan ribuan penghafal Al-Quran setiap tahunnya.” ujarnya
Lebih lanjut dijelaskannya, bahwa program tahfidz yang ada di madrasah merupakan bagian integral dari seluruh proses pendidikan di madrasah.
“Dalam menghadapi proses globalisasi yang begitu cepat, madrasah dituntut untuk dapat melahirkan lulusan yang mampu bersaing di pentas global tanpa kehilangan jati diri sebagai Khalifatullah yang berilmu, beriman serta berakhlak mulia. Hafalan Al-Qur’an yang ada pada diri peserta didik akan menjadi filter kehidupan,” ujarnya
Sementara itu, Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ahlul Badrito Resha juga mengatakan Al-Qur’an merupakan perisai terpenting dalam menghadapi berbagai tantangan hebat.
“Ikhtiar membangun daerah yang hebat, kita dihadapi dengan berbagai tantangan yang juga hebat, oleh sebab itu madrasah diharapkan dapat menjadi benteng penjaga moralitas generasi penerus, saya yakin madrasah mampu melahirkan generasi hebat yang Qurani,” ucapnya.
Tidak lupa Wakil Bupati Lima Puluh Kota juga mendorong para wisudawan untuk terus meraih prestasi terbaik.
“Ananda semua memiliki potensi terbaik yang harus dikembangkan untuk meraih sukses diberbagai bidang kehidupan. Dari rahim MTsN 1 Limapuluh Kota akan lahir pemimpin masa depan, profesional, akademisi, pengusaha, politisi dan lainnya yang berakhlak Al-Qur’an,” tutupnya.
