Categories Warta

Pemko Payakumbuh Luncurkan Kelas BerNALAR, Perkuat Literasi dan Numerasi Siswa SD

PAYAKUMBUH – Pemerintah Kota (Pemkot) Payakumbuh melalui Dinas Pendidikan meluncurkan program Kelas BerNALAR (BerNumerasi Aplikatif dan BerLiterasi Aktual dan Relevan) sebagai upaya meningkatkan kemampuan literasi, numerasi, dan penalaran peserta didik di tingkat sekolah dasar.

Program tersebut diperkenalkan melalui Workshop Implementasi Kelas BerNALAR yang dibuka Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Nalfira, di Aula Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Payakumbuh, Kelurahan Padang Alai Bodi, Kecamatan Payakumbuh Timur, Kamis (18/6/2026).

Workshop diikuti guru-guru sekolah dasar negeri dan swasta se-Kota Payakumbuh sebagai bagian dari penguatan kapasitas pendidik dalam menghadirkan pembelajaran yang lebih mendalam, kontekstual, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Nalfira, mengatakan peningkatan mutu pendidikan menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah. Karena itu, berbagai inovasi terus dikembangkan untuk memperkuat kompetensi dasar peserta didik sekaligus meningkatkan kualitas proses pembelajaran di sekolah.

Menurut dia, capaian mutu pendidikan menunjukkan kemampuan literasi dan numerasi masih menjadi aspek yang perlu mendapat perhatian bersama. Selain itu, capaian Indeks Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan Kota Payakumbuh pada 2025 juga menjadi dasar perlunya langkah-langkah inovatif yang berkelanjutan.

“Kondisi ini menuntut kita menghadirkan perubahan nyata di ruang-ruang kelas. Literasi dan numerasi bukan hanya kemampuan membaca, menulis, dan berhitung, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam membangun kemampuan berpikir kritis, bernalar, berkomunikasi, dan memecahkan masalah yang dibutuhkan peserta didik di masa depan,” kata Nalfira.

Ia menjelaskan, Kelas BerNALAR dirancang untuk membangun budaya belajar yang mendorong peserta didik aktif berpikir, memahami informasi secara kritis, serta mampu menghubungkan materi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari.

Melalui program tersebut, sekolah akan menerapkan pembiasaan “15 Menit BerNALAR” pada awal pembelajaran. Kegiatan itu meliputi aktivitas membaca, memahami, menganalisis, berdiskusi, dan mengaitkan materi dengan konteks nyata sehingga kemampuan literasi, numerasi, dan penalaran siswa berkembang secara optimal.

Menurut Nalfira, program tersebut juga selaras dengan kebijakan nasional, termasuk penguatan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan implementasi pembelajaran yang bermakna, menyenangkan, serta mendalam.

“Program ini diharapkan mampu menciptakan budaya belajar yang lebih kuat di lingkungan sekolah sekaligus meningkatkan kualitas hasil belajar peserta didik secara berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menegaskan keberhasilan implementasi Kelas BerNALAR sangat bergantung pada peran guru sebagai ujung tombak transformasi pembelajaran.

Karena itu, workshop dirancang untuk memperkuat kemampuan guru dalam menyusun pembelajaran literasi dan numerasi yang kontekstual, mengembangkan modul dan asesmen berkualitas, memanfaatkan teknologi digital dan kecerdasan artifisial secara bijak, serta menerapkan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.

“Saya berharap workshop ini tidak hanya menghasilkan pemahaman, tetapi juga melahirkan praktik nyata yang dapat langsung diterapkan di kelas. Guru memiliki peran strategis dalam menciptakan pengalaman belajar yang berkualitas bagi peserta didik,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Syafni Hasni, mengatakan workshop tersebut merupakan bagian dari Proyek Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) yang diaktualisasikan melalui kerja sama dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN).

Menurut dia, kegiatan tersebut bertujuan menghasilkan modul pembelajaran yang dapat digunakan guru sekolah dasar untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi sesuai kebutuhan pembelajaran saat ini.

“Tujuan utama workshop ini adalah menghasilkan modul pembelajaran yang dapat digunakan guru sekolah dasar dalam meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik sesuai dengan kebutuhan pembelajaran saat ini,” kata Syafni.

Ia menjelaskan pengembangan modul dilakukan melalui pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dengan melibatkan tim penulis yang terdiri atas pengawas sekolah, kepala sekolah, dan guru.

Workshop diikuti 20 anggota tim penulis modul dan 87 guru sekolah dasar. Kegiatan berlangsung melalui paparan materi, presentasi hasil pengembangan modul, penayangan video praktik baik, diskusi kelompok, hingga praktik implementasi modul melalui metode peer teaching.

Melalui program Kelas BerNALAR, Pemerintah Kota Payakumbuh berharap tercipta budaya belajar yang lebih kuat di sekolah dasar sehingga mampu meningkatkan capaian literasi, numerasi, dan kemampuan bernalar peserta didik secara berkelanjutan.

“Kami optimistis Kelas BerNALAR dapat menjadi salah satu praktik baik transformasi pembelajaran di Kota Payakumbuh. Dengan semangat kolaborasi dan komitmen bersama, program ini diharapkan mampu melahirkan generasi Payakumbuh yang cerdas, berkarakter, adaptif, serta siap menghadapi tantangan abad ke-21,” pungkas Nalfira.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *