sudutpayakumbuh- Kegiatan Read Aloud atau membaca nyaring bersama pendongeng dan pegiat literasi, Lindawati, digelar di Ruang Audio Visual Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh. Rabu (14/10/2026).
Tidak hanya anak-anak, kegiatan ini juga diikuti remaja, guru, dan orang tua yang bersama-sama menikmati cerita dan merasakan serunya berinteraksi dengan buku.
Melalui cerita yang dibacakan secara ekspresif, dengan intonasi yang menarik dan interaksi yang menyenangkan, Lindawati mengajak peserta menyelami kisah, mengenal tokoh, serta membayangkan berbagai petualangan dari buku yang dibacakan.
Suasana terasa hidup ketika peserta menyimak cerita, merespons pertanyaan, dan terlibat dalam percakapan yang membuat buku terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari.
“Read Aloud atau membaca nyaring merupakan metode membacakan buku atau cerita dengan suara yang jelas, intonasi, ekspresi, dan penghayatan untuk membantu pendengar memahami serta menikmati isi bacaan. Metode ini tidak hanya ditujukan kepada anak-anak, tetapi juga dapat menjadi sarana membangun budaya literasi bagi remaja, guru, dan orang tua,” ucap Lindawati
Menurutnya melalui kegiatan membaca nyaring, buku tidak sekadar menjadi sumber informasi, tetapi juga media untuk membangun komunikasi, menumbuhkan imajinasi, memperkaya kosakata, dan menciptakan pengalaman membaca yang menyenangkan bersama.
“Read Aloud juga menjadi pengingat bahwa kebiasaan mencintai buku dapat tumbuh melalui kebersamaan. Sebuah cerita yang dibacakan oleh orang tua, guru, atau pegiat literasi dapat menjadi pengalaman berharga yang mendekatkan anak dengan pengetahuan sekaligus mempererat hubungan antargenerasi,” ucapnya
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh, Erwan, melalui penyelenggaraan festival ini mendorong terciptanya pengalaman literasi yang menyenangkan, inklusif, dan mudah dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Harapannya semoga semangat membaca yang tumbuh selama festival tidak berhenti ketika kegiatan berakhir, tetapi terus berlanjut di rumah, sekolah, dan lingkungan masyarakat,” tutupnya
