160 x 600 Ad Space Available
160 x 600 Ad Space Available
Ad Space Available SUDUT PAYAKUMBUH

Sajikan Beragam Pertunjukan di Galanggang Silek Tradisi, Supardi: Ini Baru Sebagian Kecil Aset Budaya Kita

Salah satu pertunjukkan silek tradiisi dari perwakilan sasaran yang hadir dalam Musyawarah tuo Silek di Perkampungan Adat Balai Kaliki, Payakumbuh
Ad Space Available SUDUT PAYAKUMBUH

Sudut Payakumbuh – Sejak dibuka pada Sabtu 11 Juni 2022, Galanggang Silek Tradisi sajikan beragam pertunjukan seni tradisi di Agam Jua Cafe, Payakumbuh.

Beberapa pertunjukkan yang ditampilkan dalam gelaran Galanggang Silek Tradisi tersebut yaitu Silek Harimau, Silek Kumango, Sitaralak, tarian Sibua-buai, serta ragam seni pertunjukan yang diolah dari gerakan silek. 

Ketua Ikatan Pencak Silat (IPSI) Sumatera Barat Supardi mengatakan bahwa macam-macam permainan tersebut baru sebagian kecil aset kebudayaan di bidang silek tradisi.

“Yang telah kita saksikan selama dua malam ini baru sebagian kecil aset kebudayaan yang kita miliki dan masih ada ratusan aliran silek tradisi serta permainan tradisional yang belum kita saksikan yang bahkan mungkin masih ada yang belum berhasil kita identifikasi,” ujar Supardi yang kini menjabat sebagai Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat.

Ad Space Available SUDUT PAYAKUMBUH

Ia menjelaskan bahwa silek tradisi merupakan identias budaya orang Minang yang tidak ternilai harganya tapi keberadaan silek tradisi itu sendiri kini tengah terancam karena banyak faktor dan kerumitan yang menyebabkannya.

“Karenanya, saya meminta rekan-rekan legislator lainnya ikut mendorong tumbuh kembangnya kebudayaan tradisi seperti silek dan berharap pemerintah kota serta kabupaten terus aktif menjaga dan memperhatikan silek tradisi yang ada di masing-masing wilayah administratif,” katanya.

Menurutnya kerja seperti itu tentu harus dilakukan bersama-sama Pemerintah Provinsi, segenap OPD serta para budayawan yang peduli dengan kelangsungan silek tradisi.

“Saya menyatakan komitmen untuk turut aktif melestarikan dan mengembangkan silek tradisi dan mengapresiasi atas digelarnya iven Galanggang Silek Tradisi ini dan kita akan teruskan iven-iven koloborasi seperti ini,” ujarnya.

Ad Space Available SUDUT PAYAKUMBUH

Galanggang Silek Tradisi sendiri merupakan iven kolaborasi antara DPRD Provinsi Sumatera Barat, UPTD Taman Budaya, budayawan, serta segenap tuo silek dan sebanyak 12 sasaran (perguruan) silek tradisi dari penjuru Minangkabau ikut berpartisipasi dalam iven ini. 

Secara konsep, Galanggang Silek Tradisi memang beda dengan pertunjukan silek umumnya seperti menurut kurator Galanggang Silek Tradisi, iven ini dirancang untuk menampilkan silek secara lebih utuh.

“Jika festival silek umumnya bersifat seremoni, Galanggang Silek Tradisi ingin menghadirkan silek lebih dari itu dan kita ingin memperlihatkan bahwa silek bukan sebatas gerak,” katanya.

Ia menambahkan bahwa selama beberapa hari ini penonton disuguhkan dengan pertunjukkan yang tidak biasa seperti Silek Kumango Balubuih yang tampil di malam pertama.

Ad Space Available SUDUT PAYAKUMBUH

“Tidak hanya menampilkan gerak pencak, namun mempertujukkan juga bagaimana proses pewarisan ilmu silek, mulai dari prosesi pengantaran calon murid (anak sasian) sampai sang murid diterima dan berlatih bersama teman seperguruan,” katanya.

Tidak sampai di sana, dijelaskannya dalam pertunjukan tersebut juga diperlihatkan bagiaman adab meminta berguru, lengkap beserta sarat-sarat yang harus dibawa seorang calon murid. Berbagai sarat tersebut, yaitu sebilah pisau, cermin, sisir rambut, serta kain putih, juga memiliki maknanya masing-masing. 

Ada juga Sasaran Silek Sinar Tampalo yang menampilkan Silek Harimau Tampalo. Seni pertunjukan sasaran silek dari Sijunjung ini mengisahkan tentang dua orang perempuan yang berlatih silat dengan seekor anak harimau beserta dua ekor anaknya. 

Malam kedua Galanggan Silek Tradisi diisi oleh sasaran Harimau Tongga dari Pesisir Selatan yang menampilkan Tari Sibuai-buai dengan tabuhan gendanya yang misitis; Palito Hati dari Padang yang menampilkan permainan sileknya yang meriah.

Kemudian pandeka-pandeka dari sasaran Harimau Sakato, Kab Solok, yang menampilkan silek dan dabuih (debus/ilmu kebal senjata tajam) yang membuat jantung penonton berdebar kencang; Silek Pangian Rantau Batanghari, Dharmasraya, yang dikenal dengan silek pengobatannya dengan gerak silatnya yang lemah lembut nanum intens.

Kelompok dari Kampuang Silek Talang Babungo yang menutup malam kedua dengan menampilkan permainan Kurambiak Asih Lukah (lukah gila).

Malam ketiga ini, Senin 12 Juni 2022 sejumlah sasaran masih akan mempertunjukkan keunikan sasaran sileknya serta seni pertunjukan yang diolah dari silek tradisi. Ada sasaran Lubuak Saiyo/ Gajah Malereang dari Kota Solok, Minsai Alfitrah dari Payakumbuh, Dabuih Maninjau dari Agam, sasaran Karang Indah dari Padangpariaman, serta Tanjung Bungo Batu Patah Pagaruyung. 

Ad Space Available SUDUT PAYAKUMBUH

Media Informasi Kota Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatra Barat "Creative Independent Media - Ada Berita, Ada Cerita"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You might also like
Ad Space Available SUDUT PAYAKUMBUH
Halo #TemanSudut, Apakabar?

Info Payakumbuh dan Sekitarnya Terupdate hanya di Sudutpayakumbuh.com

SudutPayakumbuh.com Jangan Tampilkan Lagi