65 Orang Anak di Nagari Tiakar Terima Santunan Anak Yatim di Masjid Muhsinin

Sudutpayakumbuh- Pengurus masjid Muhsinin Tiakar mengadakan kegiatan berbuka puasa bersama sekaligus penyerahan santunan kepada anak-anak yatim di Masjid Muhsinin, Kelurahan Tiakar, Kecamatan Payakumbuh Timur, Minggu (15/03/2026).

Kegiatan yang berlangsung di bulan suci Ramadhan ini menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus menumbuhkan semangat berbagi kepada sesama, khususnya kepada anak-anak yatim piatu yang membutuhkan perhatian dan dukungan dari berbagai pihak.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Payakumbuh Timur yang diwakili oleh Sekretaris Camat Payakumbuh Timur, Suci Amalia Putri, S.STP., Ketua LPM Kelurahan Tiakar, pengurus Masjid Muhsinin, serta unsur tokoh masyarakat dan warga sekitar yang ikut meramaikan kegiatan tersebut.

Dalam kegiatan tersebut, santunan diberikan kepada anak-anak yatim piatu yang berasal dari Kelurahan dan Nagari Tiakar. Secara keseluruhan terdapat sebanyak 65 orang anak yatim piatu yang menerima bantuan. Santunan yang diserahkan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan anak-anak tersebut, terutama dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah yang akan segera tiba.

Sekretaris Camat Payakumbuh Timur, Suci Amalia Putri,menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam terselenggaranya kegiatan tersebut. 

Ia menilai kegiatan berbagi kepada anak yatim seperti ini merupakan bentuk kepedulian sosial yang sangat positif dan perlu terus dipupuk dalam kehidupan bermasyarakat.

Ia juga berharap santunan yang diberikan dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh para penerima, sehingga dapat membantu meringankan kebutuhan mereka menjelang hari raya.

“Semoga anak-anak semua dapat tumbuh menjadi generasi yang sukses di masa depan, karena kalian merupakan penerus bangsa. Teruslah rajin belajar, rajin menuntut ilmu, serta rajin datang ke masjid,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia juga menyampaikan pesan dari Camat Payakumbuh Timur kepada para anak-anak agar senantiasa menyeimbangkan antara pendidikan dan ibadah dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh pendidikan formal semata, tetapi juga harus dibarengi dengan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

“Rajinlah membaca Al-Qur’an, rajin datang ke masjid, dan tetap semangat dalam belajar di sekolah. Harus ada keseimbangan antara rajin menuntut ilmu dan rajin beribadah,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *