Categories Warta

Pasangan Bukan Suami Istri Terjaring Warga di Jorong Guguak, Didenda 100 Sak Semen

Sepasang kekasih digerebek di sebuah kontrakan di Jorong Guguak, Nagari Guguak VIII Koto, Kecamatan Guguak, pada Rabu (29/04). Dua sejoli ini diamankan warga karena belum berstatus suami istri. Mereka kemudian digelandang ke Kantor Jorong Guguak untuk menjalani pemeriksaan oleh warga dengan didampingi Ketua Bamus Guguak VIII Koto, Kepala Jorong Guguak, serta tokoh masyarakat setempat.

Pasangan tersebut diketahui berasal dari daerah yang berbeda. Sang pria berinisial AL berasal dari Koto Baru, sedangkan sang perempuan berinisial DA berasal dari Mungka.

Ketua Bamus Nagari Guguak VIII Koto, David Dasvinta, saat diwawancarai mengatakan keduanya diamankan dan didenda dengan 100 sak semen.

“Ditanggung berdua, sebenarnya kalau merujuk aturan Nagari itu ada sekiranya 200 sak semen begitu dalam peraturan kami soal tindakan asusila, namun karena menimbang ekonomi sulit dan kami pun mempertimbangkannya, sehingga akhirnya 100 sak semen,” ujarnya.

Kemudian dikatakannya bahwa sebelum itu terpenuhi, motor mereka terpaksa di tahan terlebih dahulu sebagai jaminan di Kantor Jorong dengan jenis motor Vario.

David menambahkan untuk kronologi kejadian, David membeberkan bahwa pasangan ini telah lama menjadi pantauan warga sekitar.

”Sejak bulan puasa mereka sudah diketahui tinggal berdua di wilayah kami, saat ditanyai mengakunya sudah menikah, dan tibalah pada hari ini kecurigaan itu memuncak, pada pukul 21.00 lewat, saat digerebek dan ditanya bukti nikah, mereka tak bisa memperlihatkan, ya bisa dibilang perbuatan kumpul kebo, dan kami tidak mentolerir perbuatan tersebut,” katanya.

Terakhir, ia juga memberikan imbauan kepada para pemilik kos ataupun kontrakan di wilayah Nagari Guguak VIII Koto, khususnya Jorong Guguak. Mengingat wilayah ini merupakan pusat pendidikan dengan banyaknya sekolah yang berdiri.

“Kepada para pemilik kos kami menghimbau untuk memperhatikan dengan betul perihal identitas dari para penghuninya begitupun juga status mereka, dikarenakan kos di sini juga banyak macamnya ada yang kategori umum, dan juga pelajar, agar ditulis identitas diri para penghuninya, dan dilaporkan kepada kami,” tutup David, Rabu malam (29/04).

Proses pengamanan ini sempat diwarnai ketegangan. Masyarakat sempat tersulut emosi karena sepeda motor yang menjadi jaminan tak kunjung tiba di kantor jorong, hingga warga sempat menerobos masuk ke dalam. Saat pemeriksaan selesai, kedua pasangan tersebut nyaris menerima amukan massa, namun beruntung kemungkinan terburuk tersebut tidak terjadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *