Santri Ponpes Modern Al Kautsar Muhammadiyah Sarilamak Raih Prestasi Nasional Di Ajang The 1st Muhammadiyah Games 2026

sudutpayakumbuh- Santri Pondok Pesantren Modern Al Kautsar Muhammadiyah Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, berhasil menorehkan prestasi tingkat nasional dalam ajang The 1st Muhammadiyah Games 2026.

The 1st  Muhammadiyah Games 2026, diselenggarakan di tiga kota besar, yakni Jogjakarta, Surakarta, dan Purwokerto. Namun, kegiatan ini dibuka secara resmi di Kota Jogjakarta yang dipusatkan di kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Irwan Akib, M. Pd., didampingi Prof. Syamsul Anwar, M.Ag, jajaran Rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah, perwakilan Kemenpora, Kemendikdasmen, dan KONI.

Prestasi kali ini datang dari atlit pencak silat Tapak Suci. Pertandingan  yang digelar di Edutorium UMS dari tanggal 15 hingga 17 Mei 2026 tersebut, menjadikan Ikhwan Makhrufi, kelas tanding E Putra, berhasil meraih Medali Perak.

Prestasi tersebut kemudian disusul oleh Aufa Nida Dzil Rahmah, kelas tanding G Putri, berhasil meraih Medali Perunggu. Keduanya berhasil mengalahkan pesilat lain dari berbagai perguruan silat seluruh Indonesia. 

Pimpinan Pondok Pesantren Al Kautsar, H. Dafri Harweli, yang turut langsung menyaksikan perjuangan para santrinya mengungkapkan, ajang The 1st Muhammadiyah Games 2026 ini merupakan ajang pertama kali yang diadakan oleh Lembaga Pengembangan Olahraga Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Kegiatan ini nantinya akan menjadi agenda rutin 2 tahunan.

“Tahun ini The 1st Muhammadiyah Games 2026 mempertandingkan enam cabang olahraga, yakni Pencak Silat, Badminthon, Tenis Meja, Volly Ball, Atletik, dan Panahan. Dari enam cabang pertandingan, kontingen Ponpes Al Kautsar mengikuti empat cabang olahraga, yakni Pencak Silat 12 atlet, Badminthon 4 atlet, Tenis Meja 1 atlet, dan atletik 3 atlet,” ungkap pada Senin (18/5/2026)

Selaku pimpinan, dafri hadir juga untuk memberikan dukungan dan menyaksikan langsung bagaimana kuatnya perjuangan para santri.

Dafri menyebut, jelang ajang ini, santrinya telah berjibaku berlatih dan memokuskan diri di masing-masing cabang olahraga. 

“Saya salut dan bangga dengan semangat dan perjuangan mereka. Meskipun belum banyak prestasi yang diraih, namun di hati kami mereka adalah para juara. Mereka telah berjuang sekuat tenaga dan tampil dengan maksimal. Soal hasilnya, semoga ke depan sesuai dengan harapan kita dan para santri,” ujarnya

Selain pimpinan pondok pesantren, sejumlah ustaz dan ustazah juga turut mendampingi para santri. Mereka dibagi mendampingi santri pada empat cabang olahraga yang diikuti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *